Perubahan Jam Masuk Sekolah Pukul 06.30 Tuai Polemik di Wilayah Industri, Kemacetan Tak Terhindarkan

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 05:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Kebijakan terbaru mengenai perubahan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 pagi bagi siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat mulai menimbulkan persoalan di sejumlah wilayah, khususnya daerah yang memiliki kawasan industri padat.

Di Kabupaten Karawang misalnya, yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan konsentrasi industri terbesar di Indonesia, perubahan jam pelajaran ini justru berdampak pada lonjakan arus lalu lintas. Hal ini disebabkan jam masuk sekolah yang bertepatan dengan jam masuk kerja ribuan karyawan pabrik.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan utama yang biasa dilalui siswa dan pekerja mengalami kemacetan parah setiap pagi. Banyak orang tua siswa yang mengeluh harus berangkat lebih awal agar anak-anak mereka tidak terlambat. Di sisi lain, karyawan pabrik juga kesulitan mencapai tempat kerja tepat waktu karena terjebak di tengah padatnya lalu lintas.

“Kalau dulu jam masuk sekolah jam 7, masih bisa diatur. Sekarang jam 6.30, bersamaan dengan karyawan yang mau masuk pabrik, jadinya macet parah di jalan utama,” ungkap Yadi, salah satu orang tua siswa di Kecamatan Klari, Rabu (16/7/2025).

Perbedaan situasi ini sangat terasa jika dibandingkan dengan wilayah lain yang tidak memiliki kawasan industri. Di daerah non-industri, kebijakan jam masuk lebih awal dinilai tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap lalu lintas maupun aktivitas masyarakat.

Kebijakan jam masuk lebih awal sebenarnya dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan dan efektivitas waktu belajar siswa. Namun, pelaksanaannya di lapangan masih menyisakan pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, agar tidak menimbulkan masalah baru yang justru mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat. (LK)

Berita Terkait

Dana BOS Rp879 Juta Disorot, Kadisdikbud Karawang Angkat Bicara
Lomba Keagamaan Semarakkan Maulid Nabi di SMPN 2 Lemahabang, Bibit Potensial Mulai Disaring
PSYNERGY Competition 2026 Digelar Perdana, Fakultas Psikologi UBP Karawang Perkuat Jejaring Mahasiswa Tingkat Nasional
Jam Kerja, Pegawai Disdikbud Terlihat Gunakan Sandal, Disiplin Aparatur Dipertanyakan
Dari Perjuangan Menuju Wisuda, Mulyana Hanafi, S.E. Siap Melangkah dan Berkarya
LARANG JUAL BELI LKS, DISDIKBUD KARAWANG DINILAI BELUM JAWAB SOAL PENGAWASAN DAN SANKSI
Disdikbud Karawang Terbitkan Surat Edaran, Sekolah Negeri Dilarang Jual LKS, Buku, dan Seragam
Era Baru Pelayanan Pendidikan di Karawang, Disdikbud Resmikan Ruang Layanan Terpadu
Berita ini 28 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:13

Aspirasi FMSB Tak Terjawab, Ketegasan Pemkab Subang dalam Kasus PT CMM Jadi Sorotan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:03

Pembangunan Drainase di Pinayungan Dikeluhkan Warga, Pemasangan U-Ditch dan Kemacetan Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:12

Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:34

DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:46

PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:30

Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:17

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi

Berita Terbaru