Ucapan “Media Butuh Duit” dari Oknum Korwilcambidik Tirtajaya Picu Kemarahan Insan Pers

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Oknum Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya berinisial MY turut menuai sorotan dan kecaman dari kalangan insan pers serta organisasi media

Keterangan Foto: Oknum Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya berinisial MY turut menuai sorotan dan kecaman dari kalangan insan pers serta organisasi media

Karawang | Lintaskarawang.com — Penyelenggaraan Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Tirtajaya yang berlangsung di Lapang Bola Medankarya, Kabupaten Karawang, memicu polemik.

Selain muncul informasi adanya sejumlah siswa yang diduga mengalami pingsan saat mengikuti perlombaan, pernyataan salah seorang pengawas di lingkungan Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya berinisial MY turut menuai sorotan dan kecaman dari kalangan insan pers serta organisasi media.

Polemik tersebut bermula saat sejumlah wartawan media online mendatangi Kantor Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya, Rabu (13/05/26), guna melakukan klarifikasi terkait informasi dugaan adanya peserta didik yang jatuh pingsan saat kegiatan olahraga berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun dalam proses konfirmasi, MY justru melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan profesi jurnalistik.

“Ya kalau media melakukan konfirmasi dan mencari informasi silakan, itu sah-sah saja karena memang sudah tugasnya, tapi pada kenyataannya media itu butuh duit,” ujar MY di hadapan wartawan.

Ucapan tersebut sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak, pernyataan MY dinilai menggeneralisasi profesi wartawan tanpa menyebut adanya oknum tertentu, sehingga dianggap menyudutkan seluruh insan pers.

Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI), Endang Nupo, mengecam keras ucapan tersebut, menurutnya pernyataan itu tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat di lingkungan pendidikan.

“Pernyataan itu sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat di lingkungan pendidikan, kalimat ‘media itu butuh duit’ merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan menyudutkan profesi wartawan secara keseluruhan,” tegas Endang.

Baca Juga:  Anggota DPRD Jabar Pipik Taufik Ismail Isi Materi MPLS SMAN 4 Karawang

Ia menegaskan, pers memiliki fungsi kontrol sosial yang dilindungi undang-undang dan menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan kode etik, objektivitas, serta kepentingan publik.

“Kalau ada oknum, sebut oknum, jangan membawa-bawa seluruh profesi, pers adalah pilar demokrasi, tanpa media publik tidak akan mengetahui apa yang terjadi di lapangan, termasuk dugaan siswa pingsan dalam kegiatan tersebut,” lanjutnya.

Ironisnya, pernyataan kontroversial tersebut muncul di tengah upaya wartawan menggali fakta terkait aspek keselamatan peserta didik dan kesiapan panitia dalam pelaksanaan kegiatan olahraga tingkat kecamatan itu.

Alih-alih memberikan penjelasan terkait kondisi siswa maupun mekanisme penanganan di lapangan, pihak Korwilcambidik justru dinilai mengeluarkan pernyataan yang memperkeruh situasi.

Sejumlah pihak kini mendesak BKPSDM Kabupaten Karawang untuk segera melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap oknum pengawas tersebut, termasuk mendorong adanya permintaan maaf secara terbuka guna menjaga hubungan baik antara institusi pendidikan dan insan pers.

Pers dinilai bukan lawan pemerintah maupun lembaga pendidikan, melainkan mitra kritis dalam memastikan setiap kegiatan publik berjalan secara transparan, aman, dan akuntabel, karena itu, pernyataan yang dinilai mendiskreditkan profesi wartawan dianggap tidak bisa dipandang sebelah mata.

Penulis: Apih Kasur

Editor: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 2 Gintungkerta Digelar Sederhana dan Penuh Makna
Di Tengah Larangan Pungutan, Biaya Kegiatan Akhir Tahun di SDN 1 Karyasari Tuai Sorotan
Sejumlah Atap Bangunan Rusak, SMPN 2 Rawamerta Lakukan Rehabilitasi
Transisi PAUD ke SD, Guru SDN 1 Karawang Wetan dan SDN 1 Adiarsa Timur Kunjungi TKQ Anissa
Polemik Biaya Pramuka di SDN 1 Karawang Wetan, Kepala Sekolah Buka Suara dan Luruskan Informasi
585 Siswa SMKN 3 Karawang Lulus 100 Persen, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Hadiri Pelepasan
TK Kartika Siliwangi Juara 1 Tari Rampak Gendang di Porseni IGTKI Karawang
Harumkan Nama Karawang, SMAN 5 Borong Predikat Favorit di Ajang Nasional UI
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 05:21

TPU Penuh Jadi Sorotan! Pipik Taufik Ismail Tampung Aspirasi Warga Karawang dan Pelaku UMKM

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:46

Wawasan Nusantara Jadi Sorotan, Ketum Karang Taruna Karawang Ajak Pemuda Tetap Jaga Identitas Bangsa di Era Global

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:34

Dua Kali Dilaporkan, Kabel Semrawut di Warudoyong Utara Belum Ditangani, Warga Khawatir Terjadi Musibah

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:15

Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar

Senin, 20 April 2026 - 08:19

Karawang Disiapkan Jadi Pilot Project Biosaka, Targetkan Pertanian Modern Tanpa Konflik Sosial

Rabu, 8 April 2026 - 02:56

Pererat Sinergi, Lurah Palumbonsari Kunjungi Redaksi Lintaskarawang.com

Kamis, 2 April 2026 - 04:35

MBG Program Baik, Namun Jangan Dijadikan Ajang Bisnis Proyek

Senin, 30 Maret 2026 - 08:23

Suami Diduga Habisi Nyawa Istri di Karawang, Sempat Coba Bunuh Diri

Berita Terbaru