Karawang | Lintaskarawang.com – Menyusul pemberitaan terkait dugaan pungutan liar (pungli) pada kegiatan Pramuka di SDN 1 Karawang Wetan, pihak sekolah akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi atas informasi yang sempat menjadi perhatian publik.
Kepala Sekolah SDN 1 Karawang Wetan, Yeni Mulyani, menegaskan bahwa biaya yang tercantum dalam papan informasi sekolah bukan merupakan pungutan wajib, melainkan anggaran untuk mendukung program Gerakan Pramuka Garuda Siaga yang diperuntukkan bagi siswa yang berminat mengikuti program tersebut.
“Anggaran Pramuka Garuda Siaga, satu peruntukannya untuk pendaftaran, yang kedua untuk atribut dan proses administrasi setiap siswa, dan itu untuk Pramuka Garuda Siaga, jadi tidak ada anggaran khusus dari BOS, dan itu dikembalikan kepada orang tua yang siap, karena sistemnya tidak memaksa, bagi yang mau saja,” jelasnya saat memberikan klarifikasi, Jumat (08/05/26).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menegaskan bahwa program Pramuka Garuda Siaga merupakan bentuk pembinaan prestasi bagi peserta didik, sekaligus menjadi salah satu nilai tambah bagi siswa saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Jadi Pramuka Garuda Siaga itu sebagai penghargaan tertinggi di Pramuka di level siaga, manfaatnya nanti bisa digunakan saat mendaftar ke sekolah menengah pertama, sertifikatnya bisa menjadi jalur prestasi,” tambahnya.
Menurut pihak sekolah, program tersebut bersifat pilihan dan tidak diwajibkan kepada seluruh siswa, sekolah juga memastikan tidak ada unsur pemaksaan kepada orang tua murid dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Sebelumnya, SDN 1 Karawang Wetan sempat menjadi sorotan setelah muncul keluhan dari sejumlah wali murid terkait rincian biaya kegiatan Pramuka yang dinilai cukup besar, informasi tersebut kemudian memicu dugaan pungutan liar dan menjadi perhatian masyarakat.
Dengan adanya penjelasan dari pihak sekolah, polemik yang sempat berkembang terkait anggaran kegiatan Pramuka di SDN 1 Karawang Wetan diharapkan dapat menjadi terang dan dipahami secara utuh agar tidak terjadi miskomunikasi kembali.
Penulis: Aan Ade Warino
Editor: Dadang A.H













Tinggalkan Balasan