Polemik Pengkaderan HIPMI Berujung Sentimen terhadap LSM, Aktivis Karawang Bereaksi

- Penulis

Rabu, 11 Juni 2025 - 15:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Media sosial, khususnya grup WhatsApp Forum Aktivis Karawang, tengah diramaikan dengan perdebatan panas menyusul beredarnya salah satu pernyataan dari grup KelBes HIPMI yang dinilai diskriminatif terhadap aktivis LSM. Polemik ini bermula dari diskusi soal pentingnya seleksi ketat dalam proses pengkaderan di tubuh organisasi HIPMI.

Salah satu anggota grup KelBes HIPMI menulis, “Saya yakin kalau pengusaha gaya protesnya tidak seperti ini. Pengusaha itu biasanya nalar dan emosionalnya sudah relatif mapan, karena terbiasa ditempa di dunia bisnis. Jangan-jangan ini…”.

Pernyataan tersebut kemudian dikutip oleh akun WhatsApp bernama Bun Koni Koni yang menambahkan komentar singkat, “LSM eehh”, yang langsung ditafsirkan oleh banyak pihak sebagai bentuk pelecehan terhadap aktivis LSM.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalimat tersebut menyebar dengan cepat ke berbagai grup diskusi aktivis dan memicu gelombang protes dari sejumlah tokoh organisasi masyarakat dan ketua LSM di Karawang. Mereka menilai, pernyataan itu tidak mencerminkan etika komunikasi dalam ruang publik dan terkesan merendahkan kontribusi para aktivis sosial.

“Kami kecewa. LSM adalah bagian dari elemen bangsa yang memperjuangkan aspirasi rakyat dan demokrasi. Tidak seharusnya kami direndahkan seolah tidak punya nalar atau emosi yang mapan,” ujar Nurdin Syam yang akrab disapa Mr Kim Humas DPP GMPI yang turut mengecam pernyataan tersebut, Rabu (11/6/2025).

Baca Juga:  Linal Ari Wahyudi Ucapkan Selamat atas Terpilihnya David sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Karawang

Aktivis Karawang, Fuad Hasan, juga menanggapi tegas. Ia menilai bahwa wacana pengkaderan HIPMI memang perlu penguatan dan seleksi ketat, namun tidak seharusnya dilakukan dengan cara yang mendiskreditkan profesi atau latar belakang seseorang.

“Jangan sampai karena ingin menegaskan pentingnya kualitas kader, lalu menggeneralisasi pihak lain secara negatif. Ini bahaya dan bisa merusak harmoni antar elemen masyarakat,” tegas Fuad

Desakan pun mulai muncul agar pihak KelBes HIPMI memberikan klarifikasi resmi atas pernyataan yang beredar dan segera meredam polemik yang telah melebar ke berbagai kalangan aktivis, jurnalis, dan organisasi masyarakat.

Sejumlah tokoh aktivis juga mengingatkan bahwa forum diskusi seharusnya menjadi wadah pertukaran gagasan yang sehat, bukan ajang saling menyudutkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau klarifikasi resmi dari pihak yang mengeluarkan pernyataan tersebut. Namun tekanan agar permintaan maaf disampaikan secara terbuka terus bermunculan dari berbagai pihak. (LK)

 

 

Berita Terkait

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
Berita ini 340 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik

Kamis, 17 September 2026 - 15:05

Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Selasa, 15 September 2026 - 04:35

Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru