Dugaan Pemalsuan Dokumen Negara oleh Perusahaan Farrel Internusa Pratama di Karawang

- Penulis

Kamis, 23 Mei 2024 - 04:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Kamis 23 Mei 2024. Farrel Internusa Pratama, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pemasok umum terutama jasa pipeline oil & gas industri serta pemasok spare part listrik dan mekanik, sedang menghadapi dugaan pelanggaran serius terkait pemalsuan dokumen negara. Perusahaan yang berbasis di Karawang ini dituduh memalsukan data karyawan dalam pelaporan kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Dinas Ketenagakerjaan.

Menurut laporan, ada perbedaan mencolok antara jumlah gaji yang tercatat di laporan BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji yang sebenarnya diterima oleh karyawan. Salah satu karyawan, Fazri, mengungkapkan bahwa dalam laporan BPJS, gajinya tercatat sebesar Rp 3.885.000. Namun, pada kenyataannya, ia hanya menerima Rp 2.500.000 setiap bulannya.

“Gaji yang saya terima sangat tidak sesuai dengan ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang yang seharusnya sebesar Rp 5.257.834. Ini sangat merugikan kami sebagai karyawan,” ungkap Fazri. Pernyataan ini menyoroti adanya dugaan pelanggaran terhadap hak-hak karyawan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan pemalsuan dokumen ini melibatkan pelaporan data karyawan kepada BPJS dan Dinas Ketenagakerjaan, dimana perusahaan diduga melaporkan jumlah gaji yang lebih tinggi dari kenyataannya. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk tampak patuh terhadap peraturan ketenagakerjaan sementara pada kenyataannya, karyawan menerima upah di bawah standar yang ditetapkan.

Baca Juga:  Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Penipuan Bisnis Tenaga Kerja, Kerugian Mencapai Miliaran

Jika terbukti, tindakan ini dapat melanggar Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen Negara yang dapat dikenai sanksi pidana. Pemalsuan dokumen merupakan tindakan yang sangat serius dan berdampak luas, baik bagi karyawan yang dirugikan maupun bagi kredibilitas perusahaan itu sendiri.

Sejumlah karyawan lainnya juga mengaku mengalami hal serupa, namun takut melapor karena khawatir kehilangan pekerjaan. “Kami merasa tertekan dan tidak tahu harus berbuat apa. Gaji kami jauh di bawah standar dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya.

Kasus ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Redaksi JEJAK HUKUM.NET dan Lintaskarawang.com serta aktivis hak buruh yang mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi mendalam. Mereka berharap agar pemerintah daerah Karawang dan instansi terkait mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar hukum.

Saat ini, Tim sedang mengumpulkan data dan bukti terkait kasus ini. Mereka berjanji akan menindaklanjuti laporan ini sesuai dengan prosedur yang berlaku dan memastikan bahwa hak-hak karyawan dilindungi.

Farrel Internusa Pratama belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan ini. Publik menantikan klarifikasi dari pihak perusahaan dan berharap adanya penyelesaian yang adil dan transparan bagi semua pihak yang terlibat. (Red)

Berita Terkait

BPD Kutaampel Laporkan Kades ke Polisi, Pengelolaan Anggaran Desa 2025 Dipersoalkan
Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi
Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”
Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
Dede Mulyana Kecam Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna Tamelang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Seruan Musyawarah Berujung Dugaan Penculikan, Pengurus Karang Taruna Tamelang Mengaku Disiksa OTK
LBH Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara di SDN Ciranggon I, Dinas dan APH Didesak Bertindak
Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Berita ini 4 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:11

Cegah Luapan Air ke Permukiman, RT dan Warga Warudoyong Selatan Gelar Kerja Bakti

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:33

Bukan Sekadar Klarifikasi! 234 SC Minta Dugaan Insiden Kimia Pindo Deli II Diusut Tuntas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:59

Dua Pekerjaan SAB Perum Griya Indah Ciampel Disorot, Warga Pertanyakan Anggaran Rp221 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:09

Penampungan Oli di Waringinjaya Disorot, Air Kali Menghitam hingga Warga Keluhkan Bau Menyengat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:09

Keren! Produk Kreatif Karawang Tembus Nigeria, Inovasi Olah Limbah Industri Dilirik Menteri Ekraf

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:08

Gebyar PATEN Hadir di Kecamatan Rengasdengklok, Warga Dapat Mengakses Beragam Layanan Publik hingga Sunat Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:31

Dugaan Perbuatan Melanggar Hukum oleh PT. NIJ terhadap PT Saptari Sentosa Sejahtera Resmi Layangkan Gugatan di Pengadilan Negeri Karawang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:56

Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf

Berita Terbaru