Karawang, Lintaskarawang.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kasus dugaan malpraktik yang menimpa almarhumah Kintan Juniasari digelar oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Jum’at (2/5/2025), dengan menghadirkan berbagai pihak terkait. Hadir dalam forum tersebut LBH Cakra sebagai kuasa hukum keluarga korban, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Dinas Tenaga kerja, BPJS, UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan, perwakilan Rumah Sakit Fikri Medika, PT Chang Shin, serta Forum Peduli Kintan.
Dalam rapat tersebut, Dadi Mulyadi, SH, dari LBH Cakra menyoroti pentingnya transparansi dari pihak medis. Ia menegaskan bahwa masyarakat awam tidak memiliki kapasitas untuk mengintervensi tindakan medis, namun menuntut kejujuran dalam setiap pernyataan medis yang disampaikan.
“Kami butuh kejujuran dalam pernyataan medis. Yang tahu tentang proses penanganan medis adalah pihak medis sendiri, dan oleh karena itu kami meminta dibentuknya tim pencari fakta yang independen,” ujar Dadi Mulyadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, H. Asep syarifudin yang akrab disapa Asep Ibe, Ia menegaskan bahwa pandangannya bukan bentuk ketidakpercayaan terhadap dunia medis, melainkan tanggapan atas keluhan keluarga korban yang sejak awal tidak menerima informasi medis secara lengkap dan utuh.
“Saya bukan tidak percaya pada dunia medis, tapi kita bicara dari sudut pandang keluarga yang merasa tidak mendapat laporan detail sejak awal proses hingga tindakan medis dilakukan,” ujarnya.
Keluarga korban juga menyampaikan bahwa mereka tidak pernah menerima salinan rekam medis yang jelas sejak awal penanganan hingga proses operasi dengan bius total dilakukan terhadap Kintan. Mereka hanya memperoleh hasil rontgen dan surat keterangan kematian tanpa penjelasan yang memadai.
Dari hasil RDP tersebut, Komisi IV DPRD Karawang mendorong semua pihak untuk bersikap terbuka demi mengungkap kebenaran atas kasus ini. Komisi juga mempertimbangkan pembentukan tim pencari fakta guna memastikan akuntabilitas dan keadilan bagi keluarga korban.
Masyarakat Peduli Kintan yang hadir turut memberikan dukungan moril kepada keluarga, sembari berharap agar kasus ini tidak berakhir tanpa kepastian hukum dan kejelasan medis. (LK)













Tinggalkan Balasan