Gerai Alfamart Kalijaya Dipertanyakan, Jangan Sampai Regulasi Hanya Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Karawang | Lintaskarawang.com – Polemik berdirinya gerai Alfamart di Desa Kalijaya, Kecamatan Telagasari, semakin membuka tabir lemahnya pengawasan dan konsistensi pemerintah dalam menegakkan aturan tata ruang serta perlindungan terhadap pelaku usaha kecil di Kabupaten Karawang.

Aksi penolakan warga yang terjadi saat pembukaan gerai beberapa waktu lalu seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap legalitas dan kesesuaian zonasi minimarket tersebut. Namun hingga kini, publik masih disuguhi pernyataan normatif tanpa langkah tegas yang mampu menjawab keresahan masyarakat.

Pernyataan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Fahmi, yang menyebut perlunya peninjauan lintas sektoral terhadap perizinan minimarket di Kalijaya justru menimbulkan pertanyaan besar. Jika keberadaan gerai tersebut memang telah memenuhi seluruh persyaratan, mengapa masih diperlukan peninjauan ulang? Sebaliknya, jika terdapat dugaan ketidaksesuaian, mengapa izin operasional bisa berjalan terlebih dahulu?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta bahwa pemerintah masih harus “membuka kembali” dokumen perizinan menunjukkan adanya potensi kelemahan dalam proses verifikasi sebelum usaha beroperasi. Kondisi ini berisiko menciptakan persepsi bahwa sistem perizinan hanya menjadi formalitas administratif tanpa pengawasan substansial di lapangan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Fahmi mengungkapkan adanya ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 yang pada prinsipnya melarang minimarket berada di luar kawasan jalan arteri dan kolektor. Jika Desa Kalijaya memang tidak masuk dalam kategori kawasan yang diperbolehkan, maka persoalannya bukan lagi sekadar polemik warga, melainkan dugaan pelanggaran terhadap kebijakan tata ruang yang telah ditetapkan pemerintah sendiri.

Ironisnya, di saat Pemerintah Kabupaten Karawang tengah menggaungkan komitmen melindungi UMKM dan pedagang tradisional, keberadaan ritel modern di wilayah pedesaan justru terus memunculkan kontroversi. Pernyataan Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang menegaskan tidak akan memberikan izin ritel modern hingga ke desa dan dusun menjadi sorotan tajam publik.

Baca Juga:  Polemik THM Theatre Night Mart: Dugaan Calo Perizinan dan Desakan Copot Oknum DPMPTSP

Masyarakat berhak mempertanyakan konsistensi kebijakan tersebut. Apabila komitmen perlindungan terhadap usaha kecil benar-benar menjadi prioritas, maka setiap dugaan pelanggaran zonasi dan perizinan harus ditindak secara transparan tanpa pandang bulu. Jangan sampai kebijakan yang digaungkan hanya menjadi slogan politik, sementara praktik di lapangan menunjukkan realitas yang berbeda.

Keberadaan minimarket modern di lingkungan perdesaan bukan semata persoalan investasi. Di balik berdirinya satu gerai, terdapat potensi terganggunya ekosistem ekonomi lokal yang selama puluhan tahun ditopang oleh warung-warung kecil milik warga. Ketika daya beli masyarakat beralih ke jaringan ritel besar, maka pelaku usaha mikro menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.

Pemerintah daerah tidak boleh hanya menjadi penonton dalam persoalan ini. Jika ditemukan ketidaksesuaian perizinan, pelanggaran zonasi, atau prosedur administrasi yang tidak dipenuhi, maka tindakan korektif harus segera dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, jika seluruh proses telah sesuai aturan, pemerintah wajib menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan publik.

Kasus Kalijaya menjadi ujian nyata bagi komitmen Pemkab Karawang dalam menegakkan regulasi dan melindungi ekonomi kerakyatan. Sebab, hukum yang baik bukan hanya tertulis dalam perda dan pidato pejabat, melainkan harus terlihat nyata dalam keberanian menindak setiap pelanggaran tanpa pengecualian.

Kini masyarakat menunggu, apakah pemerintah akan berdiri bersama warga dan pelaku UMKM, atau justru membiarkan polemik ini berlalu tanpa kejelasan. Karena ketika aturan mulai dipertanyakan dan pengawasan dianggap lemah, yang dipertaruhkan bukan hanya satu gerai minimarket, melainkan kepercayaan publik terhadap pemerintah itu sendiri. (LK)

Berita Terkait

GWN Desak Usut Tuntas Kematian Massal Ikan di Saluran Irigasi Johar
Keadilan yang Tertunda, Pelapor Soroti Lambannya Penanganan Kasus di Polsek Kedungwaringin
Aliansi LBH Karawang Bawa Kasus Grand Swarna dan Kartika Residence ke Senayan
Ketua Forum Aktivis Karawang Mr. Kim: Rakyat Bersatu Tolak Oligarki Masuk Kampung
Komisi III DPRD Karawang Tindaklanjuti Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Perekrutan Tenaga Kerja PT Chang Shin
Komisi IV DPRD Karawang Gelar RDP Bersama GMNI, Bahas Kajian Masyarakat Miskin Kota
Kejari Karawang Segel Kantor Pusat PT BAS, Penyidikan Dugaan Korupsi KPR Bank Himbara Terus Bergulir
Barang Sudah Turun, Plang Belum Ada: Dugaan Minimarket di Kalijaya Dinilai “Ngebut” Meski Ditolak Warga
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:30

Gerai Alfamart Kalijaya Dipertanyakan, Jangan Sampai Regulasi Hanya Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:39

GWN Desak Usut Tuntas Kematian Massal Ikan di Saluran Irigasi Johar

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:13

Aliansi LBH Karawang Bawa Kasus Grand Swarna dan Kartika Residence ke Senayan

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:11

Ketua Forum Aktivis Karawang Mr. Kim: Rakyat Bersatu Tolak Oligarki Masuk Kampung

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:02

Komisi III DPRD Karawang Tindaklanjuti Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Perekrutan Tenaga Kerja PT Chang Shin

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:18

Komisi IV DPRD Karawang Gelar RDP Bersama GMNI, Bahas Kajian Masyarakat Miskin Kota

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:16

Kejari Karawang Segel Kantor Pusat PT BAS, Penyidikan Dugaan Korupsi KPR Bank Himbara Terus Bergulir

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:57

Barang Sudah Turun, Plang Belum Ada: Dugaan Minimarket di Kalijaya Dinilai “Ngebut” Meski Ditolak Warga

Berita Terbaru