Karawang | Lintaskarawang.com – Narasi besar menuju Indonesia Emas kembali diuji oleh realitas di lapangan, di tengah ambisi mencetak generasi unggul, fenomena maraknya peredaran Obat Keras Tertentu (OKT) justru kian mengkhawatirkan, khususnya di kalangan remaja.
Di sejumlah wilayah, obat-obatan tersebut diduga diperjualbelikan secara bebas melalui warung-warung yang oleh masyarakat kerap dijuluki sebagai “warung nakal”, dan ironisnya, praktik ini disebut-sebut berlangsung terang-terangan, seolah tanpa rasa takut terhadap hukum.
Kondisi ini memicu kemarahan warga, dalam beberapa kejadian yang sempat viral di media sosial, terutama kaum emak – emak turun langsung melakukan aksi protes, bahkan, ada yang nekat melakukan perusakan dan melempari warung yang diduga menjadi tempat transaksi obat terlarang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih memprihatinkan lagi, beredar dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu yang justru melindungi peredaran tersebut demi kepentingan pribadi maupun kelompok, isu “setoran” pun mencuat, memperkuat kecurigaan publik terhadap lemahnya penegakan hukum.
Sorotan tajam datang dari Direktur LBH Lintas Buana Nusantara, Iwan Gunawan, S.H. Ia mengaku geram melihat kondisi yang dinilainya sudah sangat darurat, khususnya di Kabupaten Karawang.
“Negara akan hancur jika pendidikan dan kesehatan mental generasi bangsa dirusak oleh psikotropika dan narkoba,” tegas Iwan, pada Sabtu (25/04/26).
Ia juga menyinggung adanya temuan yang beredar di publik, berupa catatan yang diduga memuat aliran dana koordinasi kepada sejumlah oknum lintas sektor, mulai dari institusi hingga pihak lain.
Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia berpotensi mengulang sejarah kelam seperti yang pernah terjadi di Tiongkok pada abad ke-19 saat era Dinasti Qing, di mana masyarakat dilumpuhkan oleh candu opium dan aparat justru terlibat dalam praktik tersebut.
“Indonesia hari ini seperti mengarah ke situ, ketika masyarakat dirusak, dan aparat justru ikut bermain, maka kehancuran tinggal menunggu waktu,” ujarnya.
Kekhawatiran ini kini menjadi keresahan luas, khususnya bagi masyarakat Karawang yang menginginkan masa depan generasi muda yang sehat dan bebas dari narkotika.
Iwan menegaskan, negara tidak boleh lagi abai, penindakan tegas dan langkah konkret dinilai menjadi satu-satunya jalan untuk memutus rantai peredaran narkoba sejak dini.
“Jika para pembuat dan penegak hukum tidak memahami bahaya narkotika secara utuh, maka bangsa ini akan menjadi lemah dan berada di ambang kehancuran,” pungkasnya.
Fenomena ini menjadi alarm keras bagi semua pihak, tanpa langkah serius dan keberanian membersihkan praktik-praktik kotor, cita-cita Indonesia Emas berpotensi tinggal slogan tanpa makna.
Penulis: Aan Ade Warino
Editor: Dadang A.H













Tinggalkan Balasan