Karawang, Lintaskarawang.com — Suasana memanas terjadi saat sejumlah pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Purnabakti mendatangi Pengurus KORPRI Kabupaten Karawang pada Senin (1/12/2025) di Galeri Nyi Welas Asih, Komplek Pemda Karawang. Kedatangan para pensiunan tersebut bertujuan untuk melakukan audiensi terkait kejelasan mengenai uang kadedeuh yang hingga kini dinilai belum memiliki kepastian baik dari segi nilai maupun mekanisme penyaluran.
Ketegangan mulai muncul ketika diskusi berjalan alot, dipicu rasa kecewa para Purnabakti karena belum ada kepastian dari pihak pengurus KORPRI. Sejumlah pensiunan menilai, lambannya kejelasan terkait dana kadedeuh membuat mereka harus terus menunggu tanpa kepastian yang jelas.
Menanggapi situasi tersebut, Ridwan Salam dari Pengurus KORPRI memberikan klarifikasi dan berupaya meluruskan informasi yang berkembang di kalangan pensiunan. Ia menegaskan bahwa pengurus baru KORPRI saat ini sedang menyusun formulasi terbaik agar penyaluran dana bisa dilakukan secara tepat dan sesuai kemampuan kas organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ridwan Salam menjelaskan bahwa jumlah Rp7,2 juta yang selama ini dibicarakan sebagai dasar nilai kadedeuh merupakan akumulasi dari iuran anggota sejak 2016. “Dari tahun 2016 sampai 2020 itu empat tahun, jika iuran Rp50 ribu per bulan dan lengkap, totalnya Rp2.400.000. Lalu dari 2020 sampai 2024, empat tahun juga, iurannya Rp100 ribu per bulan, totalnya Rp4.800.000. Jadi jatuhnya Rp7.200.000. Itu yang kami jadikan dasar,” terangnya.
Namun, Ridwan Salam menyebut terdapat kendala data yang membuat perhitungan tersebut tidak bisa disamaratakan kepada seluruh pensiunan. “Ada yang bolong-bolong. Bulan ini bayar, bulan depan tidak, nanti bayar lagi. Dari 12 bulan itu kelihatan datanya. Jadi tidak bisa langsung disamakan begitu saja,” ujarnya.
Lebih jauh Ridwan Sakam mengakui bahwa tuntutan sebagian Purnabakti yang meminta dana kadedeuh sebesar Rp14 juta sulit direalisasikan. “Kita bukan tidak mau membayar. Tapi kalau diminta 14 juta, mau bayar pakai apa? Tidak ada lagi sumbernya,” jelasnya.
Ridwan Salam juga mengingatkan bahwa pengurus KORPRI saat ini masih baru dan baru efektif bekerja sekitar enam bulan. “Secara organisasi, kami sadar betul bahwa kami ini pengurus baru. Kami mohon dimaklumi kondisi ini,” katanya.
Sebagai penutup, Ridwan Salam menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dengan para Purnabakti. “Kita cari jalan keluar lagi, tidak apa-apa. Ini kan sudah menjadi perhatian bersama. Tinggal bagaimana kita rumuskan teknis yang bisa diterima semua pihak,” tuturnya. (LK)













Tinggalkan Balasan