Tuntutan Dana Kadedeuh Mencuat, KORPRI Karawang Akui Ada Kendala Data

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 11:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ridwan Salam

Ridwan Salam

Karawang, Lintaskarawang.com — Suasana memanas terjadi saat sejumlah pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Purnabakti mendatangi Pengurus KORPRI Kabupaten Karawang pada Senin (1/12/2025) di Galeri Nyi Welas Asih, Komplek Pemda Karawang. Kedatangan para pensiunan tersebut bertujuan untuk melakukan audiensi terkait kejelasan mengenai uang kadedeuh yang hingga kini dinilai belum memiliki kepastian baik dari segi nilai maupun mekanisme penyaluran.

Ketegangan mulai muncul ketika diskusi berjalan alot, dipicu rasa kecewa para Purnabakti karena belum ada kepastian dari pihak pengurus KORPRI. Sejumlah pensiunan menilai, lambannya kejelasan terkait dana kadedeuh membuat mereka harus terus menunggu tanpa kepastian yang jelas.

Menanggapi situasi tersebut, Ridwan Salam dari Pengurus KORPRI memberikan klarifikasi dan berupaya meluruskan informasi yang berkembang di kalangan pensiunan. Ia menegaskan bahwa pengurus baru KORPRI saat ini sedang menyusun formulasi terbaik agar penyaluran dana bisa dilakukan secara tepat dan sesuai kemampuan kas organisasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ridwan Salam menjelaskan bahwa jumlah Rp7,2 juta yang selama ini dibicarakan sebagai dasar nilai kadedeuh merupakan akumulasi dari iuran anggota sejak 2016. “Dari tahun 2016 sampai 2020 itu empat tahun, jika iuran Rp50 ribu per bulan dan lengkap, totalnya Rp2.400.000. Lalu dari 2020 sampai 2024, empat tahun juga, iurannya Rp100 ribu per bulan, totalnya Rp4.800.000. Jadi jatuhnya Rp7.200.000. Itu yang kami jadikan dasar,” terangnya.

Baca Juga:  SDN Sampalan 1 Meriahkan HUT kemerdekaan RI Ke-78 Dengan Berbagai Perlombaan

Namun, Ridwan Salam menyebut terdapat kendala data yang membuat perhitungan tersebut tidak bisa disamaratakan kepada seluruh pensiunan. “Ada yang bolong-bolong. Bulan ini bayar, bulan depan tidak, nanti bayar lagi. Dari 12 bulan itu kelihatan datanya. Jadi tidak bisa langsung disamakan begitu saja,” ujarnya.

Lebih jauh Ridwan Sakam mengakui bahwa tuntutan sebagian Purnabakti yang meminta dana kadedeuh sebesar Rp14 juta sulit direalisasikan. “Kita bukan tidak mau membayar. Tapi kalau diminta 14 juta, mau bayar pakai apa? Tidak ada lagi sumbernya,” jelasnya.

Ridwan Salam juga mengingatkan bahwa pengurus KORPRI saat ini masih baru dan baru efektif bekerja sekitar enam bulan. “Secara organisasi, kami sadar betul bahwa kami ini pengurus baru. Kami mohon dimaklumi kondisi ini,” katanya.

Sebagai penutup, Ridwan Salam menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dengan para Purnabakti. “Kita cari jalan keluar lagi, tidak apa-apa. Ini kan sudah menjadi perhatian bersama. Tinggal bagaimana kita rumuskan teknis yang bisa diterima semua pihak,” tuturnya. (LK)

Berita Terkait

GWN Desak Usut Tuntas Kematian Massal Ikan di Saluran Irigasi Johar
Keadilan yang Tertunda, Pelapor Soroti Lambannya Penanganan Kasus di Polsek Kedungwaringin
Aliansi LBH Karawang Bawa Kasus Grand Swarna dan Kartika Residence ke Senayan
Ketua Forum Aktivis Karawang Mr. Kim: Rakyat Bersatu Tolak Oligarki Masuk Kampung
Komisi III DPRD Karawang Tindaklanjuti Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Perekrutan Tenaga Kerja PT Chang Shin
Komisi IV DPRD Karawang Gelar RDP Bersama GMNI, Bahas Kajian Masyarakat Miskin Kota
Kejari Karawang Segel Kantor Pusat PT BAS, Penyidikan Dugaan Korupsi KPR Bank Himbara Terus Bergulir
Barang Sudah Turun, Plang Belum Ada: Dugaan Minimarket di Kalijaya Dinilai “Ngebut” Meski Ditolak Warga
Berita ini 38 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34

Ketua DPAC PSN Tempuran Serahkan Tembusan SK Kepengurusan kepada Muspika, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Aparat

Senin, 1 Juni 2026 - 06:09

Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 02:52

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ujang Suhana: Bung Karno Beri Nyali, Tan Malaka Beri Otak, Prabu Siliwangi Beri Adab

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:03

Proyek Drainase Pulojaya Disorot: Kualitas Dipertanyakan, Pengawas Jangan Tutup Mata!

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Ade Golun PJT II Keluhkan Semrawutnya Kabel dan Tiang Utilitas yang Hambat Normalisasi Saluran di Batujaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:51

Natala Sumedha Soroti Dugaan Wanprestasi PT CNP, Pemkab Karawang Diminta Tegas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:44

Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:50

‎Karang Taruna Wanasari dan Warga Audiensi, Desak PT TKH Buka Kembali Aktivitas Galian

Berita Terbaru