Pipik Taufik Ismail Edukasi Mahasiswa Unsika Soal Pentingnya Literasi Legislasi

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 04:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang,Lintaskarawang.com Aula Syekh Quro Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) tampak dipadati ratusan mahasiswa sejak pagi. Mereka mengikuti kegiatan Legislatif School 2025 yang mengangkat tema “Meningkatkan Wawasan Legislasi sebagai Pondasi yang Berkualitas: Peran Strategis Mahasiswa dan Generasi Muda”, Senin (03/11/2025)

Acara ini menjadi ruang edukasi kebijakan publik dengan pendekatan akademik dan interaktif.Salah satu tokoh yang menjadi perhatian ialah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M, yang hadir langsung untuk menyampaikan materi sekaligus membuka ruang dialog bersama mahasiswa. Kehadiran Pipik menjadi sinyal kuat bahwa peran legislatif dalam pendidikan politik generasi muda semakin mendapatkan porsi perhatian.

Dalam pemaparannya, Pipik menegaskan pentingnya penguasaan wawasan legislasi sebagai modal dasar keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Meningkatkan wawasan legislasi adalah langkah fundamental untuk mendorong generasi muda memahami proses pembuatan kebijakan publik, hukum, dan peraturan daerah. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat ikut mengawasi, mengkritisi, dan memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya dalam sesi dialog

Menurutnya, ruang demokrasi hari ini semakin terbuka, namun tanpa pengetahuan yang matang, kontribusi publik kerap terjebak dalam opini tanpa data. Dengan legislasi yang dipahami sejak dini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengawas sosial yang aktif.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Karawang, Faisal Muhammad, S.T., turut menambahkan bahwa pendidikan regulasi merupakan fondasi penting bagi mahasiswa.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses penyusunan regulasi, fungsi legislasi, serta bagaimana kebijakan daerah dibentuk. Kami ingin memastikan generasi muda memiliki landasan pengetahuan yang kuat terkait hukum dan kebijakan publik,” jelasnya.

Baca Juga:  UNSIKA Wisuda 1.200 Lulusan, Tekankan Nilai Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Ia menilai mahasiswa tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek yang mampu melakukan advokasi, memberikan saran, hingga melahirkan gagasan kebijakan.

Tak hanya unsur legislatif dan organisasi kepemudaan, akademisi FISIP Unsika, Dr. Gili Argenti, S.LP., M.Si, secara khusus menyoroti pentingnya partisipasi publik berbasis riset.

“Legislasi yang baik harus disusun berdasarkan kajian akademik, data yang akurat, serta partisipasi publik. Karena itu masyarakat, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan kerap dilibatkan dalam proses konsultasi dan uji materi kebijakan,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa pembuatan peraturan daerah (Perda) bukan hanya berdasar tuntutan politis, tetapi wajib mengedepankan kajian akademik dan kebutuhan masyarakat.

Diskusi berlangsung hangat, disertai pengalaman studi kasus yang dibagikan oleh para pemateri. Tidak sedikit mahasiswa yang menilai kegiatan ini membuka perspektif baru dan menambah wawasan praktis mengenai praktik legislasi di Indonesia.

Dengan konten pembelajaran yang terpadu, Legislatif School 2025 sukses menjadi panggung pengetahuan yang bersifat akademik sekaligus aplikatif. Pipik menegaskan bahwa mahasiswa merupakan agen penting dalam ekosistem kebijakan daerah.

“Masukan dan pemikiran generasi muda sangat dibutuhkan. Mereka hidup lebih dekat dengan perubahan, lebih kritis, dan lebih progresif,” tambahnya.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar generasi muda tidak hanya memahami peraturan, tetapi juga mampu menjadi pemantik gagasan dalam pembangunan daerah.

(Wahid)

Berita Terkait

Sejumlah Atap Bangunan Rusak, SMPN 2 Rawamerta Lakukan Rehabilitasi
Ucapan “Media Butuh Duit” dari Oknum Korwilcambidik Tirtajaya Picu Kemarahan Insan Pers
Transisi PAUD ke SD, Guru SDN 1 Karawang Wetan dan SDN 1 Adiarsa Timur Kunjungi TKQ Anissa
Polemik Biaya Pramuka di SDN 1 Karawang Wetan, Kepala Sekolah Buka Suara dan Luruskan Informasi
585 Siswa SMKN 3 Karawang Lulus 100 Persen, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Hadiri Pelepasan
TK Kartika Siliwangi Juara 1 Tari Rampak Gendang di Porseni IGTKI Karawang
Harumkan Nama Karawang, SMAN 5 Borong Predikat Favorit di Ajang Nasional UI
Wali Murid Menjerit, Praktisi Hukum Geram Soroti Dugaan Pungli di SDN 1 Karawang Wetan
Berita ini 12 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:38

Hadiri Rapat Minggon, Kapolsek Purwasari Ajak Semua Elemen Jaga Kondusifitas Wilayah

Senin, 11 Mei 2026 - 04:12

KDM Hadiri Pelantikan PAN se-Jawa Barat, Zulhas Targetkan Tiga Besar pada Pemilu 2029

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:43

Tokoh Masyarakat dan Pemuda Karawang Wetan Bersuara Usai Polemik Proposal Kelurahan, Minta Tata Kelola Lebih Transparan

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:13

Jalal Abdul Nasir Buka Program Bantuan Listrik Gratis, Warga Karawang Mulai Bisa Daftar

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:10

HUT ke-58, H. Tulus Widodo Tebar Kepedulian untuk Ribuan Warga dan Anak Yatim di Karawang

Senin, 4 Mei 2026 - 15:05

Bawaslu Sambangi DPC PDI Perjuangan Karawang, Konsolidasi Kepartaian Mulai Dipanaskan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:51

Aksi May Day di Karawang Memanas, Massa Bakar Ban dan Aksi di Pemda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:17

Hak Jawab Yayasan Pangan Lestari Nusantara: Dapur SPPG Kemiri Belum Beroperasi, Peluang UMKM Tetap Terbuka

Berita Terbaru