Dugaan Kejanggalan Kematian Siswa di Kecamatan Kutawaluya, Orang Tua Pertanyakan Keterangan Sekolah

- Penulis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 01:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat keterangan kematian resmi dari Rumah Sakit Hastien

Surat keterangan kematian resmi dari Rumah Sakit Hastien

Karawang, Lintaskarawang.com – Peristiwa meninggalnya seorang siswa bernama Mundakir Heryansyah (12), warga Kampung Rawa Bambu, Desa Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan Rumah Sakit Hastien, korban dinyatakan meninggal pada 7 Agustus 2025 pukul 03.36 WIB dengan diagnosa cardio vaskuler (jantung).

Namun, pihak keluarga mengungkap adanya dugaan kejanggalan. Orang tua korban menyebut terdapat bekas lebam di bagian dada anaknya saat dimandikan sebelum dikebumikan. Temuan ini memicu pertanyaan mengenai penyebab sebenarnya kematian Mundakir.

Informasi yang dihimpun, sebelum meninggal, korban sempat mengeluh sakit pada dada setiap kali bernapas. “Hari Rabu, anak saya sempat telepon, bilang dadanya sakit kalau bernapas. Saya bilang, ‘iya de, nanti kita periksa ke puskes’,” tutur ayah korban. Namun pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIB, sang istri mengabarkan bahwa Mundakir telah dibawa ke Rumah Sakit Hastien.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekitar pukul 01.00 WIB, keluarga menghubungi ayah korban yang saat itu sedang bekerja di Cilamaya sebagai nelayan dan memberitahu bahwa kondisi anaknya kritis. “Tak lama kemudian, ada telepon lagi mengabarkan anak saya sudah tiada,” tambahnya.

Yang mengejutkan, pihak keluarga juga mendengar bahwa sekolah korban memberikan keterangan berbeda kepada pihak puskesmas. Sekolah disebut menginformasikan bahwa korban meninggal karena Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga puskesmas melakukan penyemprotan fogging di rumah korban.

Baca Juga:  LBH Bumi Proklamasi Tuntut RS Hastien Buka Hasil Operasi dan Audit Medis Pasien yang Meninggal Usai Operasi

Keterangan ini diduga bertolak belakang dengan hasil diagnosa resmi rumah sakit yang menyatakan penyebab kematian korban adalah penyakit jantung. Dugaan adanya upaya pengkaburan informasi ini memicu pertanyaan publik, terutama karena tidak ada bukti medis yang menunjukkan korban menderita DBD.

Lebih lanjut, pihak keluarga menyebut bahwa sebelum meninggal, Mundakir sempat menghubungi orang tuanya dan mengaku mengalami perlakuan bullying di sekolah. Bahkan, korban menyebut telah dipukul di bagian dada oleh seorang siswa berinisial Kfn. Saat dimintai keterangan di Kantor Desa Sampalan, yang juga dihadiri pihak SMPN 2 Kutawaluya sebagai pendampingan pada kfn, Kfn mengakui telah memukul Mundakir sebanyak dua kali. Namun, Kfn mengklaim pukulannya mengenai punggung, sementara kenyataannya ditemukan memar di dada korban.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah terkait dugaan ini. Sementara itu, komunikasi antara keluarga korban dan keluarga terduga pelaku masih berlangsung untuk membahas bentuk pertanggungjawaban.

Kasus ini menjadi sorotan warga Kutawaluya karena terjadi di lingkungan sekolah dan terdapat dugaan upaya penyembunyian fakta. Publik mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa ini dan memproses pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pembohongan publik demi tegaknya keadilan. (LK)

Berita Terkait

Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal
GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat
Jaga Kondusivitas Kawasan Industri, Desa Mekarjaya dan Tamelang Sepakati Nota Kesepakatan Bersama dengan Karang Taruna
Dugaan Pengelolaan Dana Material P3-TGAI di Desa Malangsari Disorot, Ketua P3A Sebut Hanya Diberi Mandat Urus Pengairan
Perjuangan H. Karsim Berbuah Hasil, Dinas Pertanian Setujui Normalisasi Irigasi Rawamerta
Forum Permuda Desak Transparansi Penyewaan Sawah Bengkok Desa Kemiri, Ancam Tempuh Audiensi hingga Aksi
Satpol PP Resmi Hentikan Sementara Operasional Alfamart Kalijaya, Tindak Lanjut Sorotan Publik dan RDP DPRD
Berita ini 1,115 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 01:02

Di Harkopnas ke-79 Presiden Prabowo Euweuh Pangaruhna Pemerintah Tetap Fokus Jalankan Program Rakyat

Senin, 4 Mei 2026 - 05:18

Wamensos Lepas Kontingen Garuda Baru, Indonesia Siap Berlaga di Street Child World Cup Meksiko

Kamis, 30 April 2026 - 11:15

Kemenpora dan Kemenperin Teken PKS, Perkuat Industri Olahraga Nasional

Selasa, 21 April 2026 - 13:32

Kunjungi SRMP 22 Sigi, Gus Ipul Cek Pemanfaatan Fasilitas Pendidikan

Senin, 20 April 2026 - 14:14

Kemensos dan UIN Datokarama Palu Teken MoU Penguatan Penanganan Kelompok Rentan

Selasa, 14 April 2026 - 05:38

Usai Tutup Masa Jabatan, Anwar Usman Tersungkur di MK

Jumat, 10 April 2026 - 07:55

Kasus Suap Proyek Bekasi, Ade Kuswara Kunang Klaim Tak Ada Aliran Dana ke Ono Surono

Kamis, 9 April 2026 - 18:55

LSM Laskar NKRI Napak Tilas di Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Berita Terbaru