Karawang, Lintaskarawang.com – Proyek normalisasi saluran air di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menuai keluhan dari warga sekitar. Warga mengaku kecewa dan keberatan karena tanah hasil galian dari saluran tidak segera diangkut, sehingga menumpuk di tepi jalan dan menimbulkan kesan kumuh serta mengganggu aktivitas warga.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa penumpukan tanah tersebut bukan hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga dapat menjadi potensi bahaya bagi pengguna jalan, terutama saat hujan turun dan jalan menjadi licin akibat tanah yang basah dan berlumpur.
Namun, tanggapan berbeda disampaikan oleh H. Kasum, atau yang akrab disapa H. Kentung, Ketua Umum Paguyuban Kagok Edan. Ia justru menilai bahwa langkah menunggu tanah kering sebelum diangkut merupakan tindakan yang lebih tepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut pandangan saya, itu memang ada benarnya warga merasa terganggu. Tapi kalau tanahnya langsung diangkut dalam kondisi basah dari saluran atau got, pasti akan berceceran di jalan dan menambah masalah. Jalan bisa menjadi licin, bukan hanya di lokasi normalisasi saja, tapi juga di area lain yang dilewati mobil pengangkut,” ungkap H. Kentung saat dimintai pendapatnya pada Minggu (20/7/2025).
Ia menambahkan, lumpur basah yang tercecer dari truk pengangkut bisa menciptakan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. “Lebih baik tunggu kering dulu tanahnya, supaya aman saat diangkut dan tidak menimbulkan masalah baru,” imbuhnya.
Meskipun demikian, H. Kentung berharap pihak pelaksana tetap memperhatikan waktu pengangkutan agar tidak terlalu lama dibiarkan menumpuk dan tetap menjaga komunikasi dengan masyarakat sekitar.
Proyek normalisasi ini sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki saluran irigasi dan mencegah banjir musiman di wilayah Batujaya. Warga berharap pekerjaan berjalan tuntas dengan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan lingkungan. (LK)













Tinggalkan Balasan