KASAD JADI PELINDUNG SATWA LIAR SANGGABUANA MASYARAKAT SERAHKAN SATWA DILINDUNGI KE KOSTRAD

- Penulis

Selasa, 5 Desember 2023 - 14:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Sejak Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc menjadi bapak asuh satwa dilindungi Gunung Sanggabuana, perburuan satwa liar di Sanggabuana menurun, dan masyarakat mulai takut memelihara satwa dilindungi. Jenderal Maruli, pada waktu masih menjabat sebagai Pangkostrad dan berpangkat Letnan Jenderal, pada 23 November 2023 berkunjung ke Sanggabuana dan menyatakan menjadi bapak asuh satwa-satwa dilindungi.

Maruli Simanjuntak mengatakan bahwa Sanggabuana sebagai daerah latihan Kostrad juga menjadi habitat bagi satwa-satwa langka dilindungi negara. Tidak hanya macan tutul saja, tetapi juga banyak primata endemik, termasuk top predator penguasa langit, yaitu Garuda. Satwa dilindungi yang masuk dalam Permen 106/2018 ini secara hukum milik negara, jadi sebagai prajurit TNI wajib untuk ikut melindungi. “Jadi oleh Ranger saya diminta untuk mengadopsi beberapa sarang burung julang emas dan elang. Jadi saya sebagai bapak asuhnya. Satwa-satwa yang saya adopsi ini, juga satwa lainnya, jangan coba-coba untuk diburu atau ditangkap. Bersama BBKSDA, Ranger dan Denharrahlat akan mendukung program ini dan akan terlibat mengawasi langsung di lapangan.” Tegas Maruli.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah komitmen Pangkostrad, yang sepulang dari Sanggabuana dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat TNI ini, masyarakat yang biasa berburu kemudian mulai menghentikan kegiatannya. Sebaliknya, beberapa pohon di hutan yang menjadi rumah dan sarang satwa-satwa dilindungi dipasang plang oleh Sanggabuana Wildlife Ranger (SWR) dan masyarakat mitra Ranger yang tergabung dalam komunitas Baraya Sanggabuana. Di tiap pohon terpasang plang bertuliskan satwa dilindungi milik negara dan terdapat nama Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai bapak asuh satwa tersebut.

Efek positif dari gebrakan Jenderal bintang 4 ini, masyarakat mulai menyerahkan satwa dilindungi dari Sanggabuana kepada prajurit Kostrad di Datasemen Pemeliharaan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad Sanggabuana. Salah satu satwa yang diserahkan masyarakat adalah trenggiling sunda atau sunda pangolin (Manis javanica).

Mayor Inf Wisnu Broto, Komandan Denharrahlat Kostrad membenarkan kabar serahan satwa dilindungi ke Denharrahlat Kostrad ini. “Benar, masyarakat menyerahkan satwa dilindungi jenis trenggiling. Info dari Ranger trenggiling masuk jenis satwa dilindungi sesuai Permen 106/2018, dan masuk dalam kategori Critically Endagered (CR) atau kritis dalam IUCN Red List dan masuk dalam Appendiks 2 CITES. Serahan satwa ini kami laporkan ke BBKSDA Jawa Barat SKW 4 Purwakarta, dan karena belum lama ditangkap rekomendasi dari SKW 4 untuk dilepasliarkan lagi di alam, jadi kami lepasliarkan bersama dengan Ranger.” Tegas Wisnu.

Baca Juga:  PANGKOSTRAD JADI BAPAK ASUH SATWA LANGKA SANGGABUANA

Menurut Wisnu, idealnya serahan satwa liar dari warga memang diserahkan ke BBKSDA untuk direhabilitasi atau dikarantina sebelum dilepasliarkan, tapi karena baru ditangkap dan kondisinya sehat jadi kami lepaslairkan langsung setelah kami periksa kesehatannya. Pelepasliaran satwa dilindungi ini juga disertai dengan Berita Acara dan dokumentasi.

Ke depan Wisnu berharap masyarakat untuk berhenti berburu satwa dilindungi, dan melakukan penyerahan sukarela jika masih memelihara satwa dilindungi. “Jika melakukan serahterima sukarela tidak ada proses hukum, tetapi jika masih nekat maka akan kami serahkan ke penyidik, baik penyidik PNS dari Gakkum KLHK maupun penyidik dari Tipidter Polri.” Terang Wisnu.

Menurut Mayor Wisnu Broto, dirinya mendapat perintah langsung dari Pangkostrad untuk ikut menjaga keanekaragaman hayati Pegunungan Sanggabuana dan mendukung proses perubahan fungsi hutan Sanggabuana menjadi Taman Nasional. Namun Pangkostrad pada waktu datang ke Sanggabuana juga meminta Wisnu untuk membantu masyarakat yang biasa berburu untuk mengalihkan kegiatannya dengan bertani, berkebun, dan beternak di lahan Kostrad supaya mempunyai mata pencaharian tetap. “Bibit pertanian seperti cabai, pepaya, pisang, atau ternak domba dan ayam akan kami sediakan. Ini perintah dari Panglima, sekaligus untuk program ketahanan pangan masyarakat.” Beber Wisnu.

Untuk menunjang kegiatan konservasi di Pegunungan Sanggabuana, Denharrahlat Kostrad rencananya juga akan melakukan kerjasama dengan BBKSDA Jabar dengan membuat Pusat Rehabilitasi Satwa khusus raptor atau burung pemangsa.

(Red)

Berita Terkait

Kejari Karawang Segel Kantor Pusat PT BAS, Penyidikan Dugaan Korupsi KPR Bank Himbara Terus Bergulir
Barang Sudah Turun, Plang Belum Ada: Dugaan Minimarket di Kalijaya Dinilai “Ngebut” Meski Ditolak Warga
Kejari Karawang Selidiki Dugaan Korupsi KPR BTN di Kartika Residence dan Citra Swarna Grande
Viral Ancam Gorok Wartawan, Ken Ken Diamankan dan Dilimpahkan ke Polresta Tangerang
Diduga Abaikan Kepatuhan Perizinan, PT. Raja Jeva Nisi Disorot Keras: Bangun Gudang Baru Tanpa PBG dan Belum Kantongi SLF
Merasa Dirugikan, Konsumen Kartika Residence Gandeng LBH Lintas Buana Nusantara untuk Tempuh Jalur Hukum
Identitas Pelajar yang Tewas di Bantaran Citarum Terungkap, Polisi Temukan Luka di Leher
Sesosok Mayat Diduga Remaja Ditemukan Tersungkur di Bantaran Citarum Karawang
Berita ini 8 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:38

Hadiri Rapat Minggon, Kapolsek Purwasari Ajak Semua Elemen Jaga Kondusifitas Wilayah

Senin, 11 Mei 2026 - 04:12

KDM Hadiri Pelantikan PAN se-Jawa Barat, Zulhas Targetkan Tiga Besar pada Pemilu 2029

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:43

Tokoh Masyarakat dan Pemuda Karawang Wetan Bersuara Usai Polemik Proposal Kelurahan, Minta Tata Kelola Lebih Transparan

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:13

Jalal Abdul Nasir Buka Program Bantuan Listrik Gratis, Warga Karawang Mulai Bisa Daftar

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:10

HUT ke-58, H. Tulus Widodo Tebar Kepedulian untuk Ribuan Warga dan Anak Yatim di Karawang

Senin, 4 Mei 2026 - 15:05

Bawaslu Sambangi DPC PDI Perjuangan Karawang, Konsolidasi Kepartaian Mulai Dipanaskan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:51

Aksi May Day di Karawang Memanas, Massa Bakar Ban dan Aksi di Pemda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:17

Hak Jawab Yayasan Pangan Lestari Nusantara: Dapur SPPG Kemiri Belum Beroperasi, Peluang UMKM Tetap Terbuka

Berita Terbaru