Karawang | Lintaskarawang.com – Aparat dari Polres Karawang bergerak cepat mengamankan sopir truk kontainer yang terlibat kecelakaan tragis di Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Minggu (15/2) malam. Insiden tersebut merenggut tiga korban jiwa dari satu keluarga.
Kasatlantas Polres Karawang, AKP Sudiryanto, menyampaikan bahwa sopir kendaraan berat tersebut telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan urine guna memastikan kondisi pengemudi saat peristiwa terjadi.
“Pengemudi sudah kami amankan dan tengah menjalani pemeriksaan, termasuk tes urine. Saat ini yang bersangkutan berada di Mapolres Karawang untuk pendalaman lebih lanjut,” ujar Sudiryanto, Senin (16/2).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak berhenti di situ, polisi juga mengamankan sejumlah warga yang diduga berperan mengarahkan truk kontainer masuk ke jalur irigasi yang bukan peruntukannya. Mereka sementara diperiksa sebagai saksi untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
“Kami akan dalami peran pihak-pihak yang berada di lokasi, termasuk yang mengarahkan kendaraan tersebut. Untuk sementara kami mintai keterangan sebagai saksi,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi di Jalan Irigasi Bendasari, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur. Truk trailer bernomor polisi B 9107 UEI melaju dari arah Jalan Baru dan mencoba melintasi turunan menuju jalan irigasi yang memiliki kontur sempit dan curam.
Diduga karena kondisi jalan yang tidak memadai untuk kendaraan bertonase besar, pengemudi kehilangan kendali hingga truk oleng dan terguling. Nahas, kendaraan tersebut menimpa sebuah sedan Toyota Corona bernomor polisi T 1275 KN yang tengah melintas.
Akibat peristiwa itu, tiga orang meninggal dunia yang diketahui merupakan satu keluarga dan tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Ketiganya yakni Idik Tasdik (46), Itiar (42), dan M.A. Miyaz (8).
Polisi juga mengungkap bahwa jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan kontainer. Adanya arahan dari warga setempat atau yang biasa disebut “pak ogah” diduga turut memicu kendaraan besar itu memasuki jalur yang tidak layak dilintasi.
Dari informasi awal, truk kontainer tersebut diduga mengangkut minyak sayur milik PT Priscoline. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyidikan mendalam untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian serta potensi pelanggaran hukum dalam peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut.













Tinggalkan Balasan