Karawang, Lintaskarawang.com – Di tengah berbagai suara masyarakat yang mempertanyakan kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan banjir dan peningkatan layanan irigasi, data terbaru mengenai program normalisasi sungai di wilayah utara Karawang menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh terus bergerak melalui program nyata di lapangan.
Melalui program “Jasa Tirta II – Water For Wellness”, sejumlah pekerjaan galian lumpur dan normalisasi saluran di wilayah kerja Seksi Rengasdengklok telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Program ini merupakan kolaborasi antara PJT II, DPUPR Kabupaten Karawang, Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, serta BBWSC, yang bertujuan meningkatkan kapasitas aliran sungai serta menjaga stabilitas irigasi pada kawasan utara yang menjadi lumbung padi produktif.
Daftar kegiatan normalisasi sungai tahun 2025:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
SS Randu – 1.900 meter (DPUPR & PJT II)
SS Bolang – 6.500 meter (DPUPR & PJT II)
SS Pisang Sambo – 7.700 meter (DPUPR & PJT II)
SS Siwelut – 3.900 meter (DPUPR & PJT II)
SS Ardai – 1.900 meter (DPUPR & PJT II)
SS Tambun – 3.900 meter (DPUPR & PJT II)
SS Batujaya – 5.200 meter (DPUPR & PJT II)
SS Kertalaya – on progress (Dinas SDA Jabar, PJT II, DPUPR, BBWSC)
SS Tegaljati – 4.500 meter (DPUPR & PJT II)
SP Kali Apoor – 9.000 meter (DPUPR & PJT II)
Sejumlah saluran telah selesai 100%, di antaranya:
SP Serani
SP Kalen Lamaran
SP Cibebek
SP Belut Putih
SP Parongpong
SP Cibabi
SS Pataruman (DPUPR, BBWSC, PJT II)
Adapun pekerjaan yang masih berjalan, yaitu:
SS Benda – 85%
SS Tegal Panjang – 30% (Dinas SDA Jabar)
SP Sungai Terong – 0%
SS Agem – dua titik: 1.800 meter dan 4.500 meter (DPUPR & PJT II)
Data ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai pihak yang sebelumnya mempertanyakan peran Bupati dalam upaya penanganan banjir di Karawang.
“Kemarin kawan-kawan bicara ‘kamana Bupati…?’ Inilah jawabannya. Lembar di atas adalah bukti konkret salah satu kinerja H. Aep di tahun 2025,” ujar Mr. KiM, sapaan akrab Nurdin Syam, menanggapi data kegiatan tersebut.
Normalisasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kelancaran distribusi air ke lahan persawahan di Karawang utara. Mengingat wilayah tersebut merupakan kawasan pangan produktif, pemeliharaan saluran dan pengerukan lumpur secara rutin adalah kunci untuk mencegah banjir, mempertahankan kualitas irigasi, serta meningkatkan hasil pertanian.
Dengan rangkaian program ini, pemerintah daerah bersama instansi teknis berkomitmen menjaga Karawang utara tetap aman, produktif, dan terlindungi dari ancaman banjir maupun kerusakan jaringan irigasi. Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus muncul dalam bentuk seremonial, tetapi justru melalui kerja teknis yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. (LK)













Tinggalkan Balasan