Rekrutmen PT Pako Group di Luar Daerah, Mr. KiM: Satgas Tenaga Kerja Mandul!

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 05:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Fenomena rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan di luar wilayah Karawang kembali terjadi bahkan kali ini menjalar ke lembaga pendidikan tinggi. PT Pako Group, perusahaan komponen otomotif, membuka lowongan kerja Operation & Engineering dengan penempatan di Karawang. Namun proses seleksinya justru dilaksanakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, pada rentang 29 Agustus–2 September 2025, dan dalam rangkaian ITS Jobfair pada 17–18 September 2025.

Surat pengumuman yang beredar menunjukkan bahwa perusahaan menerima pelamar dengan latar pendidikan teknik (seperti Mekanik, Kimia, Elektro, Industri, Mechatronik, Elektronika) dan minimal IPK 3.00, ditambah kemampuan komunikasi, logika analitis, dan kerja tim yang baik. Meski fresh graduate dipersilakan, apalagi jika seleksi dilakukan di luar daerah, kesempatan bagi warga lokal Karawang kian tereduksi.

Sorotan Tajam dari Mr. KiM

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini menuai kritik keras dari Mr. KiM, pemerhati ketenagakerjaan Karawang. “Dan terjadi lagi rekrutmen tenaga kerja di luar Karawang. Mungkin ini yang baru ditemukan. Masih banyak lagi PT yang merekrut tenaga kerja di luar Karawang. Mana Satgas tenaga kerja? Mandul!”

Menurutnya, praktik semacam ini memperlihatkan bahwa Karawang hanya jadi “lokasi pabrik”, bukan lokasi rekrutmen. Akibatnya, warga lokal yang mestinya menjadi penerima manfaat utama justru kesulitan bersaing.

Pengangguran di Karawang Masih Tinggi

Fenomena ini semakin mencolok jika dikaitkan dengan kondisi ketenagakerjaan di Karawang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Karawang pada Agustus 2024 berada di angka 8,04 %, turun dari 8,95 % pada tahun sebelumnya namun tetap tinggi dibanding rata-rata Jawa Barat yang di kisaran 6–7 % .

Secara absolut, sekitar 100 ribu penduduk Karawang masih menganggur . Di antara mereka, kelompok dengan tingkat pendidikan SMA/sederajat menempati urutan tertinggi dengan TPT mencapai 12,7 % . Analisis lebih jauh menunjukkan bahwa TPT pria menurun drastis (dari 9,67 % menjadi 7,39 %), sedangkan TPT perempuan justru meningkat dari 7,39 % menjadi 9,32 %, menambah tantangan baru dalam ketenagakerjaan lokal .

Baca Juga:  Viral Video Tuduh Ganggu Investasi FCC, Mr. KiM Klarifikasi: "Demi Allah, Saya Tak Punya Kepentingan Pribadi"

Ironi di Tengah Kemajuan Industri

Karawang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, dengan PDRB per kapita tinggi dan banyaknya perusahaan yang beroperasi di wilayah ini. Namun, fenomena rekrutmen di luar daerah menjadi paradoks di tengah potensi tenaga kerja lokal yang justru belum termanfaatkan secara optimal .

Padahal, sejak lama Kabupaten Karawang telah menetapkan kebijakan proporsi 60 % tenaga kerja lokal dan 40 % non lokal, yang tertuang dalam peraturan daerah dan bupati . Praktik rekrutmen eksternal seperti ini justru melemahkan semangat kebijakan tersebut.

Panggilan untuk Aksi Lebih Tegas

Dalam kondisi ini, pengamat dan publik mengusulkan beberapa langkah:

1. Perlu regulasi ketenagakerjaan yang lebih ketat, agar perusahaan beroperasi di Karawang diwajibkan melakukan proses seleksi minimal sebagian di wilayah Karawang, bukan mengalihkan sepenuhnya ke kota lain.

2. Peran Satgas Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) harus lebih proaktif, melakukan audit dan menindak pelaksanaan rekrutmen yang tidak adil bagi warga setempat.

3. Membangun kampanye agar warga lokal memahami hak dan regulasi ketenagakerjaan, sekaligus meningkatkan peluang mereka lewat pelatihan, pendampingan CV, dan akses informasi rekrutmen.

Jika tidak ada langkah nyata, keadaan ini berisiko memperlebar ketimpangan kesejahteraan dan memicu frustrasi sosial, padahal masyarakat Karawang telah menjadi tulang punggung industri di wilayahnya sendiri. (LK)

Berita Terkait

Viral Loker PT Midea Indonesia, Dugaan Pungutan Rp10 Juta Jadi Sorotan: Rekrutmen Kerja atau Jual Kursi?
Disnakertrans Karawang dan Polban Gelar Pelatihan Servis AC Mobil untuk Alumni BLK
Diantar Ratusan Pendukung, Asep Supriadi Resmi Daftar Calon Kepala Desa Waringin Jaya
Hadiri Rapim Kadin Karawang 2026, Wabup Maslani Tegaskan Komitmen Jaga Iklim Investasi Demi Dongkrak Ekonomi Daerah
Rekrutmen Rasa Masa Depan ! Apakah Manusia Akan Tergeser AI ?
Program Magang Resmi ke Jepang Kembali Dibuka, Disnakertrans Karawang Ajak Lulusan SMA/SMK Manfaatkan Kesempatan Emas
Warga Dawuan Resah, Limbah Industri Diduga Cemari Lingkungan
Microsoft Bangun Pusat Data Raksasa 244 MW di Karawang, Jadi Proyek Digital Terbesar di Indonesia
Berita ini 56 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Berita Terbaru