Karawang | Lintaskarawang.com – Gelombang keluhan dari warga Dawuan di kawasan industri Kujang Cikampek, Kabupaten Karawang, semakin menguat. Namun di balik banyaknya komplain yang muncul, terselip rasa takut dari masyarakat yang khawatir akan adanya intimidasi jika identitas mereka diketahui.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi lingkungan tempat tinggal mereka semakin memprihatinkan. Mereka menyoroti aktivitas beberapa perusahaan besar di kawasan tersebut yang diduga berdampak terhadap pencemaran udara dan air.
Di antara perusahaan yang menjadi sorotan adalah PT Pupuk Kujang, PT Asri Pancawarna, serta PT Asietex Sinar Indopratama. Ketiganya disebut-sebut memiliki kontribusi terhadap perubahan kualitas lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga mengeluhkan kondisi Kali Karang Gelam yang kadang berubah warna menjadi kebiruan. Air yang dahulu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kini dianggap tidak layak, bahkan menimbulkan bau menyengat yang sangat mengganggu aktivitas warga.
“Air kali baunya juga sangat menyengat. Kami khawatir ini limbah, tapi tidak berani bicara terbuka,” ujar salah satu warga dengan nada cemas pada Sabtu (28/3/2026).
Tak hanya pencemaran air, dampak lain juga dirasakan saat musim kemarau. Debu diduga berasal dari aktivitas produksi PT Asri Pancawarna, produsen ubin granit, disebut mencemari udara dan mengganggu kesehatan masyarakat.
Selain itu, bau limbah yang diduga berasal dari aktivitas PT Pupuk Kujang juga menjadi keluhan utama warga. Bau tersebut dinilai sangat menyengat, terutama pada waktu-waktu tertentu, hingga membuat warga merasa tidak nyaman bahkan sesak napas.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya transparansi dan respon yang dirasakan warga. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, untuk melakukan investigasi dan pengawasan ketat terhadap aktivitas industri di kawasan tersebut.
Masyarakat juga meminta jaminan perlindungan agar dapat menyampaikan keluhan tanpa rasa takut. “Kami hanya ingin lingkungan yang sehat, tapi jangan sampai kami justru mendapat tekanan karena bersuara,” ungkap warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait. Warga berharap pemerintah Kabupaten Karawang dan aparat penegak hukum segera turun tangan sebelum dampak yang ditimbulkan semakin meluas dan membahayakan kesehatan masyarakat. (LK)













Tinggalkan Balasan