Video Propaganda Serang Pribadi, Aktivis Tenaga Kerja: “Mungkin Mereka Gerah karena Kepentingannya Terkoyak”

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 01:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Sebuah video bernada propaganda yang beredar di media sosial tengah menjadi sorotan. Video tersebut diduga menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan memuat narasi yang menyerang secara pribadi seorang aktivis vokal di bidang ketenagakerjaan di Karawang.

Tak hanya berupaya melemahkan karakter, video itu juga menyeret masa lalu sang aktivis yang disebut sebagai bentuk serangan personal. “Entah siapa yang membuat. Yang jelas, ini seperti bentuk kepanikan dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya mulai terusik,” ujar Nurdin Syam, yang akrab disapa Mr. KiM, dengan nada santai namun penuh makna, Selasa (29/7/2025).

Ia menduga, keberaniannya dalam menyuarakan permasalahan ketenagakerjaan membuat sejumlah pihak merasa gerah atau dalam istilah Sundanya, hareudang. Terutama mereka yang diduga terlibat dalam praktik percaloan dan manipulasi rekrutmen tenaga kerja di sektor industri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau bicara dunia kerja, pasti banyak yang terusik. Selain oknum HRD yang bermain, saya tidak menutup kemungkinan ada juga orang-orang yang saya kenal menjadi bagian dari mata rantai percaloan. Itu memang problem klasik yang penuh dilema,” tegasnya.

Mr. KiM menyebut, oknum HRD masih menjadi aktor utama dalam persoalan rekrutmen tenaga kerja yang tidak transparan. “Pihak-pihak lain mungkin hanya bagian kecil dari rantai, karena tetap yang paling dominan menguasai jalur rekrutmen adalah mereka yang punya posisi strategis, yaitu para HRD,” jelasnya.

Baca Juga:  Rekrutmen PT. FCC Indonesia di Luar Daerah Tuai Kritik, Ketua Sundawani dan GMBI Karawang NGAMUK! Desak Pemkab Tegakkan Perda Ketenagakerjaan

Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak semua HRD bersikap curang atau diskriminatif. “Masih banyak HRD yang baik, jujur, dan tidak melakukan praktik kotor. Contohnya, dari sekitar 1.500 pabrik yang ada di Karawang, 400 di antaranya telah aktif mengikuti program pemerintah daerah melalui Info Loker Online Disnaker Karawang,” tambahnya.

Sebagai bentuk autokritik, Mr. KiM mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk lebih gencar melakukan sosialisasi hingga ke desa-desa dan sekolah-sekolah. Ia menilai, masih banyak generasi muda Karawang yang belum mendapat akses informasi karena keterbatasan kuota internet dan perangkat digital.

“Solusinya, pemerintah harus hadir. Salah satunya dengan menyediakan layanan internet gratis di desa-desa agar informasi lowongan kerja bisa diakses oleh semua kalangan, terutama anak-anak muda,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh pihak untuk bersatu memajukan Karawang tanpa harus saling menjatuhkan. “Hayu urang babarengan ngamajukeun Karawang. Urang Karawang ulah jadi penonton di kampung sorangan,” pungkas Mr. KiM. (LK)

 

 

Berita Terkait

Diantar Ratusan Pendukung, Asep Supriadi Resmi Daftar Calon Kepala Desa Waringin Jaya
Hadiri Rapim Kadin Karawang 2026, Wabup Maslani Tegaskan Komitmen Jaga Iklim Investasi Demi Dongkrak Ekonomi Daerah
Rekrutmen Rasa Masa Depan ! Apakah Manusia Akan Tergeser AI ?
Program Magang Resmi ke Jepang Kembali Dibuka, Disnakertrans Karawang Ajak Lulusan SMA/SMK Manfaatkan Kesempatan Emas
Warga Dawuan Resah, Limbah Industri Diduga Cemari Lingkungan
Microsoft Bangun Pusat Data Raksasa 244 MW di Karawang, Jadi Proyek Digital Terbesar di Indonesia
DPRD Karawang Monitoring PT Calbee Wings Food, Soroti Penggunaan Air dan Kewajiban Pajak
Komisi III DPRD Karawang Temukan Gudang Disalahgunakan Jadi Pabrik di Tri Bisnis
Berita ini 72 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:24

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:36

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24

Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38

Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru