Celoteh KDM Soal Media Picu Kemarahan Pewarta: Bekasi Deklarasi, Karawang Menyusul

- Penulis

Minggu, 6 Juli 2025 - 01:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang viral di media sosial karena secara terang-terangan mengajak masyarakat untuk tidak bekerjasama dengan media, menuai kecaman dari berbagai pihak, khususnya kalangan pers.

Ucapan KDM itu dinilai telah menyakiti dan merendahkan profesi wartawan yang selama ini dikenal sebagai pilar keempat demokrasi. Dalam pernyataannya, KDM meminta para kepala dinas di lingkungan Pemprov Jawa Barat agar aktif bermedia sosial dalam menyampaikan kegiatan, tanpa melalui media pers.

“Celoteh KDM telah mengusik dan memicu kemarahan Pers Indonesia,” tegas Romo, salah satu jurnalis senior di Karawang, Minggu (6/7/2025). Ia menyatakan bahwa peran media tidak bisa digantikan oleh akun media sosial pribadi pejabat yang rawan disalahgunakan dan kurang memiliki kontrol etik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak kalangan pers menilai bahwa seharusnya KDM fokus menunaikan janji-janji kampanyenya sebagai gubernur, terutama dalam mewujudkan visi Jabar Istimewa, bukan justru memantik polemik yang bisa merusak hubungan harmonis antara pemerintah dan media. “Jangan tiba-tiba, tanpa ada angin dan hujan, langsung mengeluarkan pernyataan yang terkesan anti terhadap pers,” tambahnya.

Sikap KDM yang dinilai anti-pers ini pun menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pewarta. “Ada apa dengan KDM terhadap PERS? Kenapa harus anti PERS? Apa salah PERS?” tulis salah satu akun pewarta dalam pernyataan sikap yang kini ramai beredar di berbagai platform. Mereka menegaskan bahwa profesi wartawan dilindungi oleh undang-undang dan bekerja berdasarkan fakta, bukan sebagai buzzer.

Baca Juga:  Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris

“Kami juga warga Jabar yang berprofesi sebagai pewarta. Kami memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk membangun bangsa ini, khususnya Jawa Barat, lewat pemberitaan yang jelas dan bukan hoaks. Kami ini bukan buzzer. Setiap kritik yang kami sampaikan bersumber dari narasumber yang jelas dan sah sebagai bagian dari kontrol sosial,” ujarnya.

Ironisnya, KDM sendiri mengakui bahwa jika dirinya tidak memiliki media sosial seperti YouTube, maka potongan-potongan pernyataannya bisa saja memicu demonstrasi berjilid-jilid. Padahal, sejumlah hasil survei justru menunjukkan bahwa media sosial merupakan ruang yang paling rentan terhadap disinformasi. “Pernyataan seperti itu menunjukkan bahwa ucapannya tidak didasari analisa matang, tetapi muncul dari spontanitas emosional yang berpotensi memecah belah,” ungkap salah satu perwakilan media lokal Karawang.

Deklarasi pernyataan kekecewaan terhadap KDM sudah lebih dahulu dilakukan oleh para pewarta di Bekasi. Dalam waktu dekat, jurnalis dari Karawang, Purwakarta, dan daerah lainnya dikabarkan akan menyusul menyampaikan sikap mereka secara terbuka dan tegas.

“Punten kepada para pendukung militan KDM, mohon sampaikan aspirasi dan kekecewaan kami kepada Bapak Gubernur. Jangan lupa, KDM bisa sebesar ini juga karena ada peran penting pemberitaan media pers,” tutup pernyataan sikap tersebut. (LK)

 

 

Berita Terkait

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
Berita ini 59 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Berita Terbaru