Petani Karawang Keluhkan Masalah Saluran Air dan Eceng Gondok, Minta Solusi dari Pemerintah

- Penulis

Kamis, 27 Maret 2025 - 04:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Hari ini, H. Karsim, anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi PDIP, bersama dengan perwakilan petani, 27/03/2025 Mengadakan pertemuan untuk membahas solusi terkait masalah saluran irigasi yang selama ini menjadi kendala utama bagi para petani di beberapa desa, khususnya Desa Sekarwangi, Desa Mekar Jaya, dan Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta.

Dalam pertemuan tersebut, H. Karsim menyampaikan keluhan yang sering diterima dari masyarakat petani mengenai kondisi saluran irigasi yang sering tersumbat, terutama karena keberadaan eceng gondok yang menghambat aliran air. Hal ini mengakibatkan terhambatnya irigasi ke sawah-sawah petani, yang berdampak langsung pada hasil pertanian mereka. Saluran air yang mampet dan tanggul yang jebol menjadi masalah yang sering muncul setiap tahun, menyebabkan hasil panen para petani semakin menurun.

Menurut para petani, di beberapa area, seperti di sebelah barat, saluran irigasi bahkan sudah ada yang bobol. Mereka mengungkapkan bahwa meskipun H. Karsim telah menjadi anggota DPRD, masalah tersebut belum juga teratasi. “Para petani harus bekerja keras untuk memperbaiki saluran air, namun kami tidak bisa melakukannya sendirian. Harus ada dukungan dari pemerintah desa, RT, RW, dan juga pemerintah daerah,” ujar salah seorang perwakilan petani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, petani juga mengeluhkan tingginya biaya operasional yang mereka tanggung untuk mengatasi masalah tersebut, seperti biaya untuk membersihkan eceng gondok dan membenahi tanggul yang jebol. “Petani sudah sangat lelah dan kesulitan, karena biaya yang kami keluarkan hanya untuk makan saja, belum lagi untuk tenaga kerja yang banyak. Kami berharap ada alat berat seperti Beko untuk membantu mengangkut eceng gondok dan memperbaiki saluran yang rusak,” tambahnya.

Baca Juga:  Silaturahmi Awak Media Bersama Kepala Kesatuan Keamanan Lapas Yoga Hadhi Wijaya

Para petani mengungkapkan bahwa meskipun mereka telah mencoba meminta bantuan kepada pihak PJT (Perusahaan Jasa Tirta), namun terkadang bantuan yang diberikan terbatas. Hal ini membuat para petani merasa tidak dihargai, padahal mereka adalah penyedia bahan pangan utama bagi masyarakat.

Hasil pertanian kami sering kali gagal panen karena masalah saluran irigasi dan eceng gondok. Kami tidak ingin selalu gagal, kami butuh solusi nyata dari pemerintah agar kami bisa kembali menghasilkan padi yang baik untuk lumbung pangan Karawang,harap mereka.

H. Karsim, yang mendengarkan keluhan para petani, mengungkapkan rasa empatinya. Ia menegaskan akan berjuang untuk memperjuangkan hak-hak para petani Karawang di tingkat DPRD. Saya akan membawa masalah ini ke forum yang lebih tinggi agar segera ada solusi yang menguntungkan bagi petani. Karawang memang dikenal sebagai lumbung padi, namun kenyataannya para petani masih banyak yang kesulitan. Kami akan terus berjuang untuk mereka,” ujarnya.

Sebagai penutup, H. Karsim mengajak seluruh pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian, PUPR, dan Balai Wilayah Sungai (BWS), untuk lebih peduli dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah ini demi kesejahteraan para petani dan keberlangsungan produksi pangan di Kabupaten Karawang. (Ripai/is)

Berita Terkait

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
Berita ini 78 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Berita Terbaru