KASAD LEPAS GARUDA KEMBALI KE LANGIT SANGGABUANA

- Penulis

Rabu, 26 Juni 2024 - 13:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kredit Foto SCF
Video TNI AD, KLHK, PKEK dan SCF

Kredit Foto SCF Video TNI AD, KLHK, PKEK dan SCF

Karawang, Lintaskarawang.com – Setelah menunggu selama 7 bulan, akhirnya Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., melepas “Garuda” kembali ke langit Pegunungan Sanggabuana. Garuda atau elang jawa (Nisaetus bartelsi), adalah satwa langka dilindungi yang menjadi simbol negara Indonesia, Garuda Pancasila.

Pada November 2023, Maruli Simanjuntak yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad bersama Sanggabuana Wildlife Ranger menyerahkan beberapa jenis satwa langka dilindungi kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat untuk direhabilitasi. Satwa-satwa langka tersebut merupakan hasil serah terima sukarela masyarakat yang sudah diedukasi oleh Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad di Sanggabuana bersama Sanggabuana Conservation Foundation (SCF).

Dalam kesempatan pelepasliaran Elang Jawa di Denharrahlat Kostrad Sanggabuana, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., mengatakan bahwa pelepasliaran Elang Jawa ini melalui proses yang panjang. Juga diperlukan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Maruli menambahkan bahwa konsep perlindungan yang ada di Sanggabuana ini bisa dikembangkan di daerah lain di seluruh Indonesia. “Dari perlindungan ke habitatnya, alamnya kita pelihara, masyarakat di sekitarnya juga dikasih kehidupan,” terang Jenderal bintang empat ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum melepasliarkan “Garuda”, Jenderal Maruli juga sempat berdiskusi dengan petani cabai yang menggarap lahan pertanian di kawasan Denharrahlat Kostrad Sanggabuana. Ia juga memberikan bantuan ternak domba dan kambing, serta bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Maruli berharap, masyarakat yang sudah mempunyai penghidupan tidak perlu lagi mencari nafkah ke hutan, apalagi sampai berburu dan merusak hutan di kawasan Sanggabuana.

Baca Juga:  KASAD JADI PELINDUNG SATWA LIAR SANGGABUANA MASYARAKAT SERAHKAN SATWA DILINDUNGI KE KOSTRAD

“Ini sudah melalui proses yang panjang sejak tahun lalu, dan bukan hanya sekali ini saja TNI AD melepasliarkan satwa langka dilindungi di Sanggabuana,” terang Jenderal Maruli pada saat pelepasliaran elang jawa, Selasa, 25 Juni 2024.

Bernard T. Wahyu Wiryanta, pimpinan Sanggabuana Wildlife Ranger yang turut serta dalam pelepasliaran elang jawa dan satwa langka lain di Denharrahlat Kostrad ini, mengatakan bahwa butuh waktu panjang untuk melepasliarkan satu ekor elang jawa. Bernard juga menekankan bahwa elang jawa, selain merupakan satwa langka dilindungi, statusnya juga terancam kepunahan dan menjadi satwa prioritas di kawasan Pegunungan Sanggabuana. “Sebagai satwa dilindungi tentu saja tidak boleh diburu dan diperdagangkan. Ada sanksi pidananya sesuai UU No. 5 Tahun 1990, lima tahun dan denda 100 juta,” terang Bernard.

Diketahui, kawasan Pegunungan Sanggabuana saat ini sedang berproses menjadi kawasan konservasi setelah dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 22 September 2021, usulan perubahan fungsi kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana menjadi Taman Nasional disetujui dalam bentuk MoU antara DPR dan Menteri LHK.

Hasil pendataan keanekaragaman hayati oleh SCF di kawasan Pegunungan Sanggabuana seluas lebih dari 16.500 hektar mendapati 339 jenis satwa liar, dimana 41 di antaranya merupakan satwa dilindungi sesuai Permen 106/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa dilindungi. Elang jawa adalah salah satu satwa endemik Jawa sekaligus satwa dilindungi yang mendiami kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana. (Red)

Berita Terkait

Empang Ketahanan Pangan Diduga Beralih Kepemilikan, BUMDes Rengasdengklok Selatan Disorot
Sorotan Tajam Dana BOS Pemeliharaan Sarpras SMPN 1 Pangkalan, Publik Pertanyakan Transparansi di Tengah Revitalisasi Sekolah
Pemkab Karawang Targetkan Kabel Udara Diturunkan ke Bawah Tanah pada 2027
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Normalisasi Kali Apur Digelar di Kecamatan Rengasdengklok
Pemkab Karawang Optimalkan Opsen PKB dan BBNKB, Percepat Penerimaan Kas Daerah
Bupati Aep Keluarkan Instruksi Bersih-Bersih Pagi untuk OPD dan Kecamatan
Jalan Pantura Jatisari Rusak Parah, Warga Geram hingga Gelar Aksi Protes
PAPDESI Karawang Gelar Rakercab dan Harlah ke-4, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:59

MAKIN Karawang Gelar Hari Persaudaraan Sambut Imlek

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:55

Viral di Media Sosial, Kondisi Bayi Zea Dipastikan Sehat dan Sudah Ditangani PSM Palumbonsari

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:43

Menteri Agama RI Kunjungi Klenteng Sian Djin Ku Poh dan Vihara Buddha Loka Karawang‎

Kamis, 5 Februari 2026 - 05:32

Pemkab Karawang Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai Tangkolak Tindak Lanjut Arahan Presiden RI

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:04

Samsudin Setiawan Resmi Dilantik sebagai Ketua Karang Taruna Desa Tamelang Periode 2026–2031

Selasa, 3 Februari 2026 - 06:44

Bupati Aep Lantik 13 ASN Pemkab Karawang, Tekankan Kinerja Kolektif dan Pelayanan Publik

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:58

Lampu PJU Roboh di Pantura Lemah Abang Cikarang, Picu Kemacetan Panjang

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:39

Ramayana Ciplaz karawang Membuka Acara Festival Marching Band tingkat SD/SMP

Berita Terbaru