Aksi Premanisme di Cluster Samirah, Klari, Karawang: Oknum Satpam Hadapi Laporan Polisi

- Penulis

Sabtu, 15 Juni 2024 - 06:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Aksi premanisme terjadi di Cluster Samirah, Klari, Karawang, ketika seorang oknum petugas keamanan (satpam) mengusir kolektor Kredivo dengan menenteng pisau belati dan mengeluarkan kata-kata kasar. Akibat tindakannya tersebut, oknum satpam tersebut kini menghadapi laporan polisi.

Insiden ini bermula saat Muhamad Rojab (24) dan Hendra (28), kolektor Kredivo, mendatangi kompleks untuk menagih pembayaran dari seorang nasabah yang menunggak.

“Kami datang dengan baik-baik dan nasabah juga menerima kami dengan baik,” kata Rojab, Jum’at 14 Juni 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat mereka sedang berbincang dengan nasabah, seorang satpam pertama mendekati mereka dan bertanya dengan sopan mengenai tujuan kedatangan mereka. Namun, tak lama kemudian, seorang petugas keamanan kedua, yang berpakaian preman, mendekati mereka dengan sikap agresif.

Baca Juga:  Mulyanah: Langkah Hukum Ditempuh Jika Dokumen Tak Dikembalikan

“Satpam kedua ini tiba-tiba membentak dan mengusir kami sambil menenteng pisau belati dan mengeluarkan kata-kata kasar,” jelas Rojab. “Dia mengatakan, ‘Pergi kalian! Jangan datang kemari lagi. Dan kalau mau datang, sekalian bawa teman-temannya yang banyak, akan kita ramein.'”

Merasa terancam, Rojab dan Hendra segera meninggalkan tempat tersebut dan melaporkan insiden itu ke Polsek Klari.

“Kami merasa terancam, jadi kami mendatangi Polsek Klari untuk membuat laporan,” ujar Rojab, sambil memperlihatkan bukti laporan dengan nomor STTLP/12/VI/2024/Jbr/Res.krw/Polsek Klari/Reskrim.

Polsek Klari merespon laporan tersebut dengan cepat dan berjanji untuk menangani kasus ini dengan serius.

Berita Terkait

BPD Kutaampel Laporkan Kades ke Polisi, Pengelolaan Anggaran Desa 2025 Dipersoalkan
Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi
Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”
Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
Dede Mulyana Kecam Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna Tamelang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Seruan Musyawarah Berujung Dugaan Penculikan, Pengurus Karang Taruna Tamelang Mengaku Disiksa OTK
LBH Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara di SDN Ciranggon I, Dinas dan APH Didesak Bertindak
Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Berita ini 6 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru