JEMBATAN GANTUNG MENGHUBUNGKAN 3 DESA DI SANGGABUANA RUSAK KOSTRAD TURUN TANGAN PERBAIKI

Karawang, Lintaskarawang.com – Jembatan gantung yang menghubungkan 3 desa di lereng Pegunungan Sanggabuana, yang menghubungkan 3 desa yaitu Wargasetra, Mekarbuana, dan Cintalaksana di Kecamatan Tegalwaru rusak dimakan usia. Jembatan yang dibangun pada tahun 2007 ini menurut Abiburrohman memang bukan jalan atau akses utama tetapi hampir 90% warga masyarakat mengakses jembatan ini setiap hari. Abiburrohman, anggota BPD Desa Mekarbuana menyebut, jembatan gantung ini terkenal dengan sebutan Jembatan Merah.

Kondisi jembatan gantung yang memperpendek akses menyeberangi Sungai Cigeuntis ini beberapa bagian sudah berkarat dan berlubang sehingga berpotensii menyebabkan bahaya buat masyaraat yang melintas.

Tidak mau kecolongan dan menunggau terjadi celaka, prajurit Kostrad dari Datasemen Pemeliharaan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad Sanggabuana segera turun dan melakukan perbaikan jembatan gantung tersebut pada Selasa, 7 Februari 2024.

Mayor Inf. Wisnu Broto, Komandan Denharrahlat Kostrad Sanggabuana ditemui di lokasi jembatan gantung tersebut mengatakan segera mengerahkan anak buahnya untuk melakukan perbaikan begitu mendengar laporan dari masyarakat terkait “Jembatan Merah” tersebut.

Wisnu Broto menyebut perbaikan jembatan yang menjadi akses masyarakat banyak ini merupakan salah satu bentuk menjalankan perintah Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Si kepada setiap prajurit TNI di lapangan untuk mendengar dan membantu kesulitan masyarakat sekitar.

“Kebetulan jarak jembatan itu tidak jauh dari Markas Denharrahlat, hanya 1,4 km. Jadi kami segera turun memperbaiki bersama prajurit Kostrad yang ada, supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan ketika masyarakat melintas di jembatan tersebut.” Tegas Perwira Menengah TNI AD ini.

Abiburrohman mengapresiasi langkah prajurit Kostrad dari Denharrahlat yang dengan gerak cepat segera memperbaiki jembatan yang rusak di desanya. Padahal Abiburrohman baru saja mau melaporkan tentang kerusakan jembatan ini ke Desa dan Camat. Abib berharap, supaya jembatan yang dibangun menggunakan anggaran negara ini awet, Pemkab turun tangan dengan secara berkala melakukan pengecekan terhadap kelaikan fungsi jembatan ini. “Tidak hanya jembatan di desa saya saja, tetapi sebaiknya aset-aset Pemkab yang berupa sarana prasarana umum untuk masyarakat lebih diperhatikan lagi. Jangan menunggu sampai tidak bisa terpakai lagi atau mencelakakan masyarakat.” Tutup Abiburroham. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dilarang menyalin konten halaman lintaskarawang.com