Diduga Ada Pembiayaan Ganda Operasional Korwil Cambidik, Transparansi Disdik Karawang Dipertanyakan

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Karawang | LintasKarawang.com – Dugaan adanya pembiayaan ganda terhadap biaya operasional Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Cambidik Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan. Jika informasi yang beredar terbukti benar, persoalan ini dinilai tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga berpotensi menyentuh aspek akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, biaya operasional Kantor Korwil Cambidik, seperti pembayaran listrik, air, dan internet (Wi-Fi), semestinya telah dianggarkan melalui APBD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang. Namun, di sisi lain muncul dugaan bahwa biaya operasional tersebut masih dihimpun dari para kepala sekolah melalui Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).

Yang menjadi perhatian, Disdikbud diduga tetap meminta bukti transaksi pembayaran sebagai bagian dari dokumen pertanggungjawaban anggaran. Apabila benar biaya operasional dibayarkan menggunakan dana hasil iuran sekolah, namun dalam administrasi keuangan tetap dipertanggungjawabkan sebagai belanja yang bersumber dari APBD, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dugaan pembiayaan ganda yang perlu ditelusuri melalui pemeriksaan yang berwenang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai gambaran, berdasarkan asumsi terdapat sekitar 30 Kantor Korwil Cambidik di Kabupaten Karawang dengan estimasi kebutuhan operasional sebesar Rp2.000.000 per kantor setiap bulan, maka kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp720.000.000 per tahun. Jika pola tersebut berlangsung selama dua tahun, nilainya dapat mencapai sekitar Rp1.440.000.000.

Perhitungan tersebut masih bersifat estimasi dan bukan merupakan nilai kerugian negara. Kebenarannya hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan terhadap dokumen APBD/DPA, realisasi belanja, serta bukti pembayaran yang sah.

Baca Juga:  Wali Murid Menjerit, Praktisi Hukum Geram Soroti Dugaan Pungli di SDN 1 Karawang Wetan

Berdasarkan APBD/DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026, tercantum alokasi anggaran operasional Korwil Cambidik sebagai berikut:

Belanja Tagihan Air: Rp8.400.000

Belanja Tagihan Listrik: Rp90.000.000

Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan: Rp62.472.000

Sehingga total anggaran operasional tersebut mencapai Rp160.872.000.

Selain itu, saat dikonfirmasi terkait anggaran operasional Korwil Cambidik Tahun Anggaran 2025, Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan disebut menyampaikan bahwa biaya operasional tersebut juga telah dianggarkan. Informasi ini semakin memperkuat pentingnya penjelasan resmi dari Disdikbud mengenai mekanisme pembiayaan operasional Korwil pada tahun 2025 maupun 2026.

Di sisi lain, beredar pula informasi bahwa dana yang dihimpun dari sekolah-sekolah untuk operasional Korwil diduga bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Apabila informasi tersebut benar, maka perlu dipastikan apakah penggunaannya telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penggunaan Dana BOS, mengingat dana tersebut memiliki batasan penggunaan yang telah ditetapkan pemerintah.

Publik berhak memperoleh penjelasan yang transparan mengenai mekanisme pembiayaan operasional Korwil Cambidik. Jika operasional telah dibiayai melalui APBD, mengapa masih terdapat iuran dari sekolah? Sebaliknya, apabila operasional dibiayai melalui iuran sekolah, bagaimana realisasi penggunaan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD?

(LK)

 

Berita Terkait

Yusron GIBAS Sentil KIM: Kalau Ada Pelanggaran, Tunjukkan Oknum, Jangan Pukul Rata Ormas
Bupati Karawang Gelar Mancing Gratis Serentak di 30 Kecamatan, Meriahkan HUT Karawang ke-393 di 30 Kecamatan, Meriahkan HUT Karawang ke-393
Padukan Seni Urban dan Budaya Lokal, Karawang Urban Culture Vol. 2 Dongkrak Omzet UMKM Tembus Rp1,16 Miliar
16 Peserta Pemagangan Disnakertrans Karawang Raih Sertifikat BNSP, Tiga Langsung Diterima Kerja
NAMA SAMBAS MUNCUL DALAM PENGADAAN RAPAT K3S, STATUS ASN KORWIL DIPERTANYAKAN: ADA POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN?
Bupati Aep Wujudkan Janji, Modul Belajar Gratis Hadir untuk Siswa SD dan SMP se-Karawang
Bhabinkamtibmas Polsek Rengasdengklok Bersama Masyarakat dan Mahasiswa KKN Unsika Gelar Kerja Bakti Bersihkan Eceng gondok
Tasyakuran Milad Karang Taruna Guruh Raja Gumilang Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial dan Persatuan Pemuda
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:33

Bukan Sekadar Klarifikasi! 234 SC Minta Dugaan Insiden Kimia Pindo Deli II Diusut Tuntas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:48

Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Karawang: Kebocoran Gas Berulang di PT Pindo Deli 2, KOALISI ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL KARAWANG Tuntut Pencabutan Izin Produksi unit caustic soda plant pt pindo deli 2

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:09

Penampungan Oli di Waringinjaya Disorot, Air Kali Menghitam hingga Warga Keluhkan Bau Menyengat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:09

Keren! Produk Kreatif Karawang Tembus Nigeria, Inovasi Olah Limbah Industri Dilirik Menteri Ekraf

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:08

Gebyar PATEN Hadir di Kecamatan Rengasdengklok, Warga Dapat Mengakses Beragam Layanan Publik hingga Sunat Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:31

Dugaan Perbuatan Melanggar Hukum oleh PT. NIJ terhadap PT Saptari Sentosa Sejahtera Resmi Layangkan Gugatan di Pengadilan Negeri Karawang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:56

Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:13

FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!

Berita Terbaru