Risiko Peredaran Obat Terlarang di Karawang: Anak-anak Terpapar, Tawuran Meningkat

- Penulis

Minggu, 5 Mei 2024 - 01:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Kegiatan peredaran obat terlarang di wilayah Karawang diduga telah menjadi sistematis, masif, dan terorganisir. Menurut informasi yang dihimpun, oknum-oknum tertentu telah membackingi peredaran obat-obatan terlarang yang dijual kepada anak-anak muda di Karawang. Mereka bahkan telah mempersiapkan beberapa kuasa hukum sebagai langkah antisipasi jika terjadi penggerebekan atau penangkapan terhadap salah satu anak buah yang menjaga kios apotek mereka.

Selain itu, oknum-oknum ini juga diduga memberikan kontribusi bulanan kepada lingkungan sekitar, termasuk karang taruna, ormas, LSM, bahkan media massa, agar kegiatan peredaran obat terlarang ini dapat berjalan lancar tanpa gangguan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terus berkembangnya peredaran obat-obatan terlarang di kalangan anak-anak muda di Karawang.

“Apakah ini akan dibiarkan terus menerus sampai generasi kita habis tergerus hancur mentalnya oleh obat-obatan EXIMER/TRAMADOL yang akan membuat hancur masa depan anak-anak Karawang selanjutnya?” ujar seorang aktivis Karawang.

Logo Resmi Forum Aktivis Karawang
Logo Resmi Forum Aktivis Karawang

Dampak dari peredaran obat-obatan terlarang ini juga sangat meresahkan. Tidak menutup kemungkinan, hal ini dapat berdampak pada meningkatnya tawuran antar sekolah dan antar kampung di Karawang. Menurut pakar kesehatan, setelah mengonsumsi obat-obatan EXIMER/TRAMADOL, pengaruhnya membuat anak-anak menjadi lebih berani dan kehilangan akal sehatnya.

“Kepada saudara saya yang saat ini berada di posisi membackingi kios-kios apotek tanpa izin yang menjual obat-obatan terlarang tersebut, dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami mohon untuk menghentikan dukungan tersebut. Bayangkan bagaimana jika anak atau keponakan kita menjadi korban,” lanjut aktivis Karawang.

Permasalahan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri saja, melainkan sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memberantas kegiatan peredaran obat-obatan EXIMER/TRAMADOL yang dijual bebas di kios-kios apotek tanpa izin. (Red)

#Forum_Aktivis

_Karawang

Berita Terkait

Respons Cepat dan Humanis, Dirut RSUD Jatisari Temui Keluarga Pasien dan Jadikan Evaluasi Pelayanan IGD
DPRD Karawang Siapkan Rekomendasi Penutupan Theatre Night Mart Usai Sidak
Kasus Suap Ijon Bekasi, Ade Kuswara Bantah Nama Ono Surono Terkait Aliran Dana
Digempur Polisi! 37 Tersangka dan Puluhan Ribu Pil Haram Dibongkar di Karawang
Viral! Mobil Ngamuk di Tuparev, Polres Karawang Amankan Pelaku
APBN untuk Motor Listrik, Bukan Gizi? Ujang Suhana Warning BGN soal Potensi Pemborosan Negara
Lurah Palumbonsari, Indra Sudrajat Kunjungi Rumah Duka Warga yang Meninggal di Medan
GAPENSI Karawang Dukung H. Rafiudin Firdaus Maju dalam Bursa Ketua KADIN
Berita ini 6 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 07:37

Bapenda Karawang Luncurkan SIPAKAR, Layanan Pajak Daerah Kini Terintegrasi Digital

Selasa, 14 April 2026 - 05:38

Usai Tutup Masa Jabatan, Anwar Usman Tersungkur di MK

Senin, 13 April 2026 - 19:19

Cuma Modal KTP! Warga Karawang Kini Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS

Minggu, 12 April 2026 - 07:36

KRL Tembus Karawang, Cikampek Disiapkan Jadi Depo Utama

Sabtu, 11 April 2026 - 05:34

Turun ke Desa, Pipik Taufik Ismail Tampung Keluhan Warga soal PJU, Rutilahu, dan Drainase

Jumat, 10 April 2026 - 07:55

Kasus Suap Proyek Bekasi, Ade Kuswara Kunang Klaim Tak Ada Aliran Dana ke Ono Surono

Kamis, 9 April 2026 - 18:55

LSM Laskar NKRI Napak Tilas di Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Rabu, 8 April 2026 - 12:57

Prabowo Kumpulkan Kabinet, Putuskan Harga Haji Turun dan IUP di Kawasan Hutan Dievaluasi

Berita Terbaru