Karawang | Lintaskarawang.com – Longsor tanah di bantaran Sungai Citarum kembali terjadi dengan kondisi yang dilaporkan semakin parah. Setelah lebih dari dua pekan belum mendapat penanganan teknis lanjutan, longsor susulan kembali terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, di wilayah Anjun Buah Haseum RT 01 RW 03, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. (Rabu, 14/1/2026)
Akibat longsor susulan tersebut, sedikitnya enam rumah warga kini berada dalam ancaman serius. Bantaran sungai terus mengalami pengikisan, sementara struktur tanah di sekitar permukiman kian melemah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama saat debit air Sungai Citarum meningkat atau ketika hujan deras mengguyur.
Menanggapi situasi tersebut, Komara Wijaya, anggota Padjajaran Siliwangi Nusantara (PSN) sekaligus Ketua Padepokan Maung Bodas dan warga setempat, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dinilainya semakin mengkhawatirkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Longsor ini bukan yang pertama, dan sekarang sudah terjadi longsor susulan. Kondisinya makin parah dan sangat mengancam keselamatan warga. Kami berharap ada penanganan teknis yang cepat dan terukur agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Komara, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, sejak kejadian awal sekitar dua pekan lalu, lokasi longsor memang sempat ditinjau oleh pihak pemerintah setempat. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya langkah lanjutan, seperti penguatan tebing sungai maupun penanganan darurat untuk mengamankan rumah-rumah warga yang terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Padjajaran Siliwangi Nusantara menyatakan kesiapan untuk berperan aktif membantu warga, baik melalui upaya mitigasi awal, pendampingan masyarakat, maupun koordinasi dengan pihak terkait.
PSN juga mendorong agar instansi berwenang segera melakukan kajian teknis menyeluruh guna menentukan langkah penanganan permanen. Diharapkan, sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat dapat segera terwujud agar ancaman longsor di bantaran Sungai Citarum tidak terus berulang dan membahayakan keselamatan warga.
(N. Juana)












