Polemik Anggaran Desa Mulyajaya: Nominal Ambulans Gagal Direalisasi, Kini ‘Disulap’ Jadi Pembangunan Jalan

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 02:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Karawang, Lintaskarawang.com – Jum’at 14 November 2025 Pengelolaan anggaran Pemerintah Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, polemik muncul terkait pengadaan mobil ambulans senilai Rp197 juta dan aksesoris ambulans sebesar Rp20.544.400 yang diajukan pada 22 April 2025 namun hingga realisasi tahap 1 Tahun 2025 tidak pernah terlaksana. Ironisnya, pada 10 November 2025, anggaran yang sama kembali diajukan melalui mekanisme review atau pergeseran menjadi kegiatan Pembangunan Jalan Lingkungan (Jaling) Dusun Cibanteng II RT 07 RW 02 dengan total nilai Rp217.544.400.

Pergeseran Kegiatan yang Memicu Kecurigaan Publik

Pemerintah Desa Mulyajaya diketahui telah mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang untuk melakukan musyawarah terkait persoalan ini. Hasilnya, DPMD menyerahkan tindak lanjut kasus tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Karawang. Namun belakangan, muncul informasi bahwa Inspektorat justru mengembalikan persoalan tersebut kepada DPMD dan pihak Kecamatan Kutawaluya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artinya, keputusan akhir terkait boleh tidaknya pengajuan review atau pergeseran anggaran kini berada sepenuhnya di tangan Camat Kutawaluya dan DPMD Kabupaten Karawang.

Pertanyaan Besar: Mengapa Harus Digeser?

Masyarakat mempertanyakan alasan Pemerintah Desa Mulyajaya mengajukan pergeseran kegiatan, padahal anggaran pengadaan ambulans sudah diturunkan sesuai proposal awal dari desa. Lebih menarik lagi, dalam proposal tersebut tidak dicantumkan merek mobil ambulans, yang seharusnya memberikan fleksibilitas kepada desa untuk menyesuaikan pembelian dengan pagu anggaran.

Jika benar awalnya desa mengincar mobil ambulans berjenis APV namun harganya tidak sesuai pagu, maka desa sebenarnya bisa memilih merek atau tipe lain yang harga pasarnya berada dalam kisaran anggaran Rp217 juta berikut aksesorisnya. Dengan demikian, alasan tidak terealisasinya program tersebut semakin sulit diterima akal.

Baca Juga:  RSUD Jatisari Karawang Rayakan Ulang Tahun Ke-4 dan Luncurkan Layanan Baru (HD dan CT Scan)

Aneh Tapi Nyata: Angka yang Sama Persis Sampai Desimal

Yang lebih mengundang tanda tanya, nilai anggaran pengadaan ambulans + aksesoris dengan total Rp217.544.400 ternyata sama persis—hingga angka desimal 0,0—dengan nilai usulan baru untuk pembangunan jalan lingkungan.

Kesamaan angka secara identik ini menimbulkan kecurigaan bahwa pergeseran anggaran dilakukan bukan berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat, tetapi untuk mengalihkan kegiatan tanpa perhitungan ulang yang layak. Publik mempertanyakan:

“Apakah ini kebetulan? Atau memang sengaja disamakan untuk memuluskan pergeseran kegiatan?”

Transparansi Pemdes Mulyajaya Dipertanyakan

Kondisi ini semakin menebalkan keraguan masyarakat terhadap komitmen Pemerintah Desa Mulyajaya dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi anggaran desa. Ketidaktegasan antar lembaga, mulai dari DPMD hingga Inspektorat yang saling melempar penanganan, semakin memperkeruh persepsi publik.

Warga menilai bahwa ketidakjelasan pengelolaan anggaran desa ini tidak boleh dianggap sepele. Penggunaan dana publik harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan sesuai dengan aturan. Apalagi nominal yang dipermasalahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Kasus ini bukan sekadar soal ambulans yang tak kunjung hadir atau jalan lingkungan yang tiba-tiba muncul menggantikannya. Lebih dari itu, kasus ini adalah cermin dari bagaimana dana desa bisa dikelola tanpa perencanaan matang dan minim transparansi. Warga berharap Inspektorat, DPMD, dan Kecamatan Kutawaluya dapat menyelesaikan persoalan ini secara objektif dan terbuka, agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa tidak semakin tergerus. (LK)

Berita Terkait

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu
MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!
Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi
Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi
KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan
Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi
Berita ini 67 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:20

Selesai Diikuti Ratusan Atlet, Kejurkab PBSI Karawang 2026 Dihujani Protes Soal Aturan ID Peserta

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:15

Kejurkab PBSI Pengkab Karawang 2026, Tuai Protes

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:44

210 Bakal Calon Kades Ikuti Tes CAT, Bupati Karawang Tegaskan Seleksi Harus Transparan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 01:51

Pekerja Tak Pakai APD, Proyek Rehabilitasi SDN Batujaya I Karawang Jadi Sorotan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:59

Viral Video Genangan di Depan SPPG Pasirjengkol 3 Karawang, Benarkah Limbah Dapur? Ini Klarifikasinya

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:45

DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:11

2.251 Anggota BPD Karawang Dilantik, Masa Keanggotaan 2026–2034

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:25

Konsolidasi 234 SC Jabar di Karawang, Bahas Penguatan Kader dan Persiapan Konvencab

Berita Terbaru

Berita

Kejurkab PBSI Pengkab Karawang 2026, Tuai Protes

Senin, 12 Okt 2026 - 03:15