Karawang | Lintaskarawang.com – Perwakilan Yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasirjengkol 3, Desa Pasirjengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, memberikan klarifikasi terkait beredarnya video yang memperlihatkan genangan air di saluran drainase lingkungan tepat di depan lokasi SPPG.
Video tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di platform media karena diduga memperlihatkan genangan yang disebut-sebut berasal dari limbah SPPG.
Namun, pihak SPPG Pasirjengkol 3 membantah dugaan tersebut, mereka memastikan genangan yang terlihat dalam video bukan merupakan aliran limbah dari aktivitas produksi dapur SPPG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pihak SPPG, genangan terjadi akibat saluran drainase lingkungan di depan bangunan mengalami tersendat sehingga aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kepala Desa Pasirjengkol, Tati Maryati, merespons pengaduan masyarakat dengan memanggil pihak SPPG ke kantor desa untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi.
“Kami sebagai Pemdes Pasirjengkol mengundang SPPG Pasirjengkol 3 ke Desa untuk memverifikasi dan konfirmasi terkait dugaan tersebut agar segera diselesaikan,” ujar Tati.
Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Desa Pasirjengkol dan dihadiri Kepala Desa Pasirjengkol Tati Maryati, bersama pihak SPPG hadir perwakilan yayasan Sadim Maulana, Kepala SPPG Hidayat, serta Siti Hotimah selaku asisten lapangan, pada Kamis, (08/10/26) siang.
Dalam kesempatan itu, Sadim Maulana menegaskan bahwa pihaknya tidak membuang limbah hasil produksi dapur secara langsung ke saluran drainase lingkungan.
“Saya pastikan limbah dari SPPG kami tidak ada kebocoran atau membuang langsung ke saluran air, karena limbah kami melewati beberapa proses sesuai prosedur dari BGN,” kata Sadim.
Ia menjelaskan, kondisi yang terlihat dalam video merupakan genangan pada saluran drainase lingkungan yang berada di depan SPPG, Menurutnya aliran drainase tersebut sempat tersendat sehingga menyebabkan air tergenang.
“Dalam foto tersebut yang beredar, ada tersendat aliran saluran drainase lingkungan tepatnya di depan SPPG yang sudah kami normalisasi bersama para pekerja sehingga aliran air lancar kembali,” ujarnya.
Sadim menambahkan, pihak SPPG Pasirjengkol 3 berkomitmen menjaga lingkungan di sekitar lokasi operasional, ia juga memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemerintah Desa Pasirjengkol agar program Makan Bergizi Gratis ini bisa berjalan lancar,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, Pemerintah Desa Pasirjengkol dan pihak SPPG Pasirjengkol 3 berharap persoalan genangan air yang sempat menjadi perhatian masyarakat dapat diselesaikan secara baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Reporter: Zenal
Penyunting: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan