Dorong Transparansi dan Keadilan, FKUB Minta Komisi IV Bentuk Tim Independen Investigasi Kasus Dugaan Malpraktik RS Hastien

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto saat Sekretaris Umum Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), Nana Satria Permana dalam Rdp

Poto saat Sekretaris Umum Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), Nana Satria Permana dalam Rdp

Karawang, Lintaskarawang.com – Sekretaris Umum Forum Karawang Utara Bergerak (FKUB), Nana Satria Permana, menegaskan pentingnya pembentukan tim independen investigasi medis dalam kasus dugaan malpraktik yang menimpa almarhumah Marsiti (62), warga Bekasi, usai menjalani operasi di Rumah Sakit Hastien, Rengasdengklok.

Hal itu disampaikan Nana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pertama, pasca kericuhan yang terjadi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, pada Senin (20/10/2025).

Menurut Nana, dalam forum tersebut ia menyampaikan kepada Sekretaris dan Ketua Komisi IV bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang tidak melakukan investigasi medis secara sah dan profesional, karena tidak mampu menunjukkan bukti tertulis hasil pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kepala Dinas Kesehatan sendiri menyampaikan bahwa tidak memiliki bukti tertulis. Maka secara otomatis investigasi tersebut dianggap gugur,” tegasnya.

Selanjutnya, pada Kamis (23/10/2025), Nana menilai lemahnya langkah investigasi yang dilakukan Dinkes Karawang telah menimbulkan keraguan dan ketidakpercayaan masyarakat, khususnya terhadap kebenaran hasil audit medis yang tidak pernah dipublikasikan. Karena itu, FKUB mendorong DPRD melalui Komisi IV agar segera membentuk tim investigasi independen yang transparan, profesional, dan melibatkan unsur masyarakat.

“Kami dari Forum Karawang Utara Bergerak siap mendelegasikan satu atau dua orang pengurus FKUB untuk ikut dilibatkan dalam tim independen tersebut. Hal ini penting agar proses investigasi benar-benar dilakukan secara faktual di lapangan, bukan hanya berdasarkan asumsi,” ujar Nana.

Baca Juga:  MUI dan Ormas Islam Kecam Keras Berdirinya Helen’s Cinema Resto and Bar di Jantung Kota Karawang

Ia menambahkan, apabila tim independen tidak dibentuk dan masyarakat tidak dilibatkan, maka kecurigaan publik akan semakin besar.

“Jangan sampai keraguan masyarakat menjadi tanya yang tak terjawab. Jika tim independen dibentuk dan bekerja dengan baik, hasilnya pasti akan dipercaya, apa pun temuan akhirnya,” ungkapnya.

Nana juga menyoroti ketiadaan data penting yang seharusnya disampaikan oleh pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan dalam RDP pertama, seperti rekam medis, hasil operasi, serta dokumen pendukung audit medis.

“Itu poin pentingnya. Tidak ada satu pun data medis yang ditunjukkan secara resmi oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Ia mengusulkan agar tim investigasi nantinya terdiri dari berbagai unsur, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Karawang, Asosiasi Bedah Indonesia Cabang Karawang, Dinas Kesehatan, perwakilan legislatif, serta unsur masyarakat. Dengan komposisi demikian, hasil investigasi akan memiliki bobot profesionalitas dan kredibilitas yang lebih kuat.

“Profesional, transparan dan berkeadilan, tiga prinsip itu yang harus terpenuhi dalam tim investigasi medis kasus almarhumah ibu Marsiti,” tegas Nana Satria Permana menutup pernyataannya.

Sebelumnya, RDP Komisi IV DPRD Karawang pada Senin (20/10/2025) yang membahas dugaan malpraktik RS Hastien berakhir ricuh. Suasana memanas setelah Kepala Dinas Kesehatan, Endang Suryadi, dinilai emosional dan gagal memaparkan hasil audit medis secara resmi. Rapat yang dihadiri manajemen RS Hastien, LBH Bumi Proklamasi, sFKUB serta pendamping keluarga korban itu akhirnya dihentikan tanpa kesimpulan yang jelas. (LK)

Berita Terkait

FMSB GERUDUK BYD: JANGAN JADIKAN WARGA SUBANG PENONTON
Aspirasi FMSB Tak Terjawab, Ketegasan Pemkab Subang dalam Kasus PT CMM Jadi Sorotan
Pembangunan Drainase di Pinayungan Dikeluhkan Warga, Pemasangan U-Ditch dan Kemacetan Jadi Sorotan
Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka
Nasabah LKM Karawang Menunggu Uang Kembali, Bupati Didesak Turun Tangan: Mengapa Belum Ada Kepastian?
DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan
PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Berita ini 19 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:33

Bukan Sekadar Klarifikasi! 234 SC Minta Dugaan Insiden Kimia Pindo Deli II Diusut Tuntas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:48

Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Karawang: Kebocoran Gas Berulang di PT Pindo Deli 2, KOALISI ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL KARAWANG Tuntut Pencabutan Izin Produksi unit caustic soda plant pt pindo deli 2

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:09

Penampungan Oli di Waringinjaya Disorot, Air Kali Menghitam hingga Warga Keluhkan Bau Menyengat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:09

Keren! Produk Kreatif Karawang Tembus Nigeria, Inovasi Olah Limbah Industri Dilirik Menteri Ekraf

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:08

Gebyar PATEN Hadir di Kecamatan Rengasdengklok, Warga Dapat Mengakses Beragam Layanan Publik hingga Sunat Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:31

Dugaan Perbuatan Melanggar Hukum oleh PT. NIJ terhadap PT Saptari Sentosa Sejahtera Resmi Layangkan Gugatan di Pengadilan Negeri Karawang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:56

Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:13

FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!

Berita Terbaru