Karawang, Lintaskarawang.com – Gedung Karawang Teater (KT), yang dulunya merupakan bioskop di jantung Kota Karawang tepatnya di kawasan Tuparev, kini tengah dalam tahap renovasi. Beredar informasi di masyarakat, bangunan bersejarah tersebut bukan akan difungsikan kembali sebagai bioskop, melainkan disulap menjadi Tempat Hiburan Malam (THM) seperti diskotik, pub, dan sejenisnya.
Kabar ini memantik perhatian publik, mengingat keberadaan THM di Karawang semakin hari semakin menjamur. Fenomena tersebut dinilai tidak lepas dari mudahnya proses perizinan melalui sistem digital Online Single Submission (OSS) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bisnis THM memang dikenal menggiurkan dengan perputaran uang yang besar. Hampir setiap malam, tempat-tempat hiburan ini selalu dipadati pengunjung, dihiasi gemerlap lampu, dentuman musik, hingga gelak tawa para muda-mudi yang menikmati malam panjang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara umum, setiap pengunjung disebut-sebut rata-rata menghabiskan uang tidak kurang dari Rp5 juta dalam satu kali kunjungan. Kondisi ini menjadikan THM sebagai lahan bisnis dengan keuntungan tinggi, meskipun di balik itu tersimpan persoalan sosial yang kerap muncul.
Tak jarang, suasana di THM berujung pada keributan antar pengunjung. Perkelahian, baku hantam, hingga tindak penganiayaan kerap terjadi akibat pengaruh alkohol yang dikonsumsi tanpa kendali. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Karawang.
Nurdin Syam, atau yang dikenal sebagai Mr. Kim, turut menyoroti fenomena tersebut. Menurutnya, jika benar Gedung Karawang Teater dijadikan THM, maka perlu dipertanyakan seberapa besar manfaat terutama dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang benar-benar masuk ke kas Kabupaten Karawang.
“Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pajak hiburan harus jelas, mengingat bisnis tersebut digadang-gadang menghasilkan keuntungan fantastis,” tegas Mr. Kim pada Rabu (17/9/2025).
Kini, masyarakat menunggu jawaban pemerintah daerah. Apakah keberadaan THM yang semakin merebak di Karawang benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui PAD, atau justru lebih banyak membawa dampak negatif terhadap kondisi sosial masyarakat. (LK)













Tinggalkan Balasan