Karawang, Lintaskarawang.com – Kabupaten Karawang kembali mencatatkan sejarah baru dengan meraih rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara bazar UMKM terlama di Indonesia. Pengumuman resmi pencapaian ini dilakukan pada Minggu (14/9/2025) di Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan spektakuler ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama para pelaku UMKM lokal. Dukungan juga datang dari MURI serta tokoh pemerintahan, termasuk Staf Khusus Kepresidenan, Tian Erbala, yang turut hadir dalam acara penyerahan penghargaan tersebut.
Rekor berhasil diraih berkat penyelenggaraan bazar dengan durasi panjang, menghadirkan ribuan produk UMKM dari berbagai sektor. Mulai dari kuliner, fashion, kerajinan tangan, hingga produk pertanian lokal, semuanya ditampilkan untuk memperkuat eksistensi UMKM Karawang di kancah nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Karawang menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya penghargaan, melainkan bukti nyata kekuatan UMKM Karawang dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. “Rekor ini menjadi momentum penting untuk terus mendorong UMKM agar berdaya saing, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Karawang menghadirkan berbagai fasilitas dalam gelaran bazar ini, mulai dari kemudahan akses ke ritel modern dan hotel, sertifikasi halal, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis, hingga sistem pembayaran digital berbasis QRIS.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KadinkopUKM) Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy, menegaskan bahwa penghargaan MURI ini merupakan hasil kerja kolektif. “Bapak Bupati yang memerintahkan. Kami hanya bagian kecil dari rekor MURI ini, karena banyak OPD lain yang terlibat,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Menurut Dindin, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan lintas sektor. Sejumlah lembaga perbankan seperti Bank BJB dan Bank Mandiri turut membantu dengan penyediaan fasilitas tenda bagi pelaku usaha. Sementara atraksi seni dan kegiatan lomba difasilitasi oleh Disparbud, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi lainnya. “Bapak Bupati selalu menekankan konsep super team, bukan superman. Artinya, keberhasilan ini adalah hasil gotong royong semua pihak,” tambahnya.
Penghargaan MURI untuk kategori bazar UMKM terlama mengharuskan adanya aktivitas dan interaksi setiap hari antara pedagang dan pengunjung. Untuk menjaga antusiasme, Dinas Pendidikan menggandeng guru, siswa TK, serta masyarakat melalui kegiatan seperti pencak silat, lomba menggambar, hingga pupuh di pagi hari. Adapun sore hari diisi agenda hiburan menyesuaikan kondisi cuaca Karawang yang cenderung panas.
Dindin juga menegaskan bahwa pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Karang Kawitan tetap dilibatkan. “Kami tidak menyingkirkan pedagang lama. Justru omzet mereka kami data untuk memperkuat laporan rekor MURI,” jelasnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Bazar UMKM Karawang bukan hanya menorehkan sejarah melalui rekor nasional, tetapi juga membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dukungan aktif masyarakat, perbankan, serta perangkat daerah menjadikan momentum ini sebagai bukti nyata kebangkitan UMKM Karawang. (LK)













Tinggalkan Balasan