Karawang, Lintaskarawang.com – Setelah sempat melayangkan aksi boikot terhadap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) akibat pernyataan kontroversialnya terkait media massa, sejumlah insan pers di Karawang akhirnya mencabut sikap tersebut dan menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemangkasan anggaran hibah media.
Pernyataan dukungan ini disampaikan dalam forum internal Media Pers Karawang, Sabtu (12/7/2025), sebagai bentuk sikap legowo atas respons Dedi Mulyadi yang menyebut tidak adanya alokasi anggaran untuk kerja sama dengan media sebagai alasan utama larangan tersebut.
“Kami dari Media Pers Karawang legowo dan bahkan mendukung jika dana hibah untuk media dipangkas menjadi Rp3 miliar, atau bahkan jika di Jawa Barat sama sekali tidak ada bantuan hibah untuk media. Ini demi menjaga kecemburuan antara media pers, karena jumlah media di Jabar sangat banyak,” ungkap Mr Kim perwakilan media dalam pernyataan resmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, insan pers Karawang menyatakan bahwa fokus mereka kini kembali pada tugas utama sebagai pewarta dan pelayan informasi publik, serta mendorong Gubernur Dedi Mulyadi untuk berfokus penuh pada realisasi janji-janji kampanyenya, terutama dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas utama.
“Silakan KDM fokus pada kinerja dan realisasi janji kampanye. Kami media pers kembali pada profesi kami dengan semangat dan objektivitas,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai konsekuensi dari sikap baru tersebut, para jurnalis di Karawang dipersilakan kembali untuk melakukan peliputan dan publikasi mengenai kegiatan Dedi Mulyadi di wilayah Karawang dan sekitarnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat mengeluarkan pernyataan yang mengundang polemik dengan menyarankan agar kepala dinas di Pemprov Jabar menyampaikan informasi melalui media sosial, tanpa melalui media massa. Pernyataan tersebut memicu kemarahan di kalangan wartawan, yang menilai hal itu sebagai bentuk penghinaan terhadap profesi pers dari pilar demokrasi.
Namun kini, dengan semangat kebersamaan dan kepentingan pembangunan Jawa Barat yang lebih besar, Media Pers Karawang memilih meredam konflik dan membuka lembaran baru dalam relasi dengan pemerintah provinsi.
“Kami berharap ke depan hubungan antara pemerintah dan media tetap sehat dan saling menghargai peran masing-masing dalam demokrasi,” pungkas pernyataan tersebut. (LK)













Tinggalkan Balasan