Warga Keluhkan Aktivitas Pabrik Huler H. Alim, Janji Tak Ditepati dan Lingkungan Terganggu

- Penulis

Jumat, 6 Juni 2025 - 07:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto Sarmo saat diwawancarai

Poto Sarmo saat diwawancarai

Karawang, Lintaskarawang.com – Sejumlah warga Dusun Borontok Timur, RT 006 RW 002, Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, menyampaikan keluhan atas operasional pabrik penggilingan padi (huller) milik H. Alim yang dinilai melanggar kesepakatan dan menimbulkan gangguan kenyamanan lingkungan. Pabrik yang telah beroperasi sejak 2007 tersebut dituding tidak menepati janji yang tertuang dalam surat pernyataan pada tahun 2017.

Dalam surat kesanggupan yang ditandatangani H. Alim pada 8 November 2017, pemilik pabrik menyatakan komitmennya untuk memenuhi tiga poin tuntutan warga, antara lain membangun tembok pagar setinggi dua meter ditambah bilik, menata lokasi pembuangan limbah, serta memberikan kompensasi kepada warga setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun hingga tahun 2025, warga menilai janji tersebut tidak sepenuhnya ditepati.

“Yang dijanjikan pagar dua meter dan bilik itu belum sesuai realisasi. Masalah kompensasi juga tidak merata, ada yang dapat dua kali, ada yang sekali, bahkan ada yang tidak pernah sama sekali,” ungkap Sarmo, salah satu warga yang terdampak, saat ditemui wartawan, Jum’at (6/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, warga juga mengeluhkan polusi udara berupa abu halus hasil dari dedek dan hu’ut (serbuk padi) yang terbawa angin dan menempel di rumah-rumah warga. Menurut warga, kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak dan lansia.

Baca Juga:  Pipik Taufik Ismail Laksanakan Pengawasan Pemerintahan TA 2026 di Desa Tanjungsari Karawang

“Setiap hari kami harus membersihkan rumah dari abu yang beterbangan. Selain bikin kotor, juga bikin sesak napas. Ini jelas merugikan kami sebagai warga sekitar,” tambah Sarmo.

Kebisingan dari aktivitas pabrik juga menjadi sorotan. Warga menyebut pabrik kerap beroperasi hingga larut malam bahkan sampai dini hari. Tak hanya pabrik huller, kini muncul tambahan aktivitas berupa ‘openan’ (pengeringan) yang memperparah kebisingan dan menambah beban lingkungan.

“Kami pernah menegur langsung karena suara mesin sampai jam satu malam. Sekarang malah tambah parah dengan adanya openan. Ini sudah melampaui batas toleransi,” tegas Sarmo.

Warga menuntut agar pihak berwenang turun tangan dan menindaklanjuti surat pernyataan yang pernah dibuat H. Alim. Bila tidak ada upaya penyelesaian dan janji tetap diingkari, warga menyatakan siap membawa kasus ini ke ranah hukum serta menuntut penutupan pabrik sebagaimana disebutkan dalam surat pernyataan yang juga ditandatangani oleh Kepala Desa Sindangsari.

“Kami tidak anti investasi, tapi tolong juga hargai warga sekitar. Kalau memang dari awal sudah ada kesepakatan, ya harus ditepati,” pungkas Sarmo.

(Ripai)

Berita Terkait

Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah
‎Karang Taruna Wanasari dan Warga Audiensi, Desak PT TKH Buka Kembali Aktivitas Galian
Karang Taruna Karawang Matangkan Empat Agenda Strategis 2026, Fokus Konsolidasi hingga Regenerasi Organisasi
Polsek Purwasari Bersama Forkopimcam Panen Jagung Hibrida, Perkuat Ketahanan Pangan di Karawang
KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Aep Syaepuloh Bahagia Ikuti Kirab Mahkota Binokasih, Tunggangi Kuda dan Sapa Ribuan Warga Karawang
Karawang Bergemuruh, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih hingga Larut Malam
Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris
Berita ini 64 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:16

Kejari Karawang Segel Kantor Pusat PT BAS, Penyidikan Dugaan Korupsi KPR Bank Himbara Terus Bergulir

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:23

Kejari Karawang Selidiki Dugaan Korupsi KPR BTN di Kartika Residence dan Citra Swarna Grande

Senin, 18 Mei 2026 - 12:42

Viral Ancam Gorok Wartawan, Ken Ken Diamankan dan Dilimpahkan ke Polresta Tangerang

Senin, 18 Mei 2026 - 12:17

Diduga Abaikan Kepatuhan Perizinan, PT. Raja Jeva Nisi Disorot Keras: Bangun Gudang Baru Tanpa PBG dan Belum Kantongi SLF

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:20

Merasa Dirugikan, Konsumen Kartika Residence Gandeng LBH Lintas Buana Nusantara untuk Tempuh Jalur Hukum

Senin, 11 Mei 2026 - 09:59

Identitas Pelajar yang Tewas di Bantaran Citarum Terungkap, Polisi Temukan Luka di Leher

Senin, 11 Mei 2026 - 05:40

Sesosok Mayat Diduga Remaja Ditemukan Tersungkur di Bantaran Citarum Karawang

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:52

Merasa Diberhentikan Sepihak, Ketua Pengawas Koperasi RS Bayukarta Minta DPRD Turun Tangan

Berita Terbaru