Diduga Pungli Marebot Mushola, Fakta Baru: Staf Kesos Kecamatan Kutawaluya Tegaskan Tak Ada Biaya Administrasi

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Karawang | Lintaskarawang.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap marebot mushola di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang semakin menjadi sorotan publik. Pasalnya, setelah dilakukan konfirmasi kepada pihak Kecamatan Kutawaluya, muncul fakta baru yang justru memperkuat dugaan adanya praktik tidak wajar dalam pengurusan bantuan tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa (10/3/2026), Staf Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Kutawaluya, Udan Suherman, menegaskan bahwa tidak ada permintaan biaya administrasi dalam proses pengajuan honor untuk marebot mushola.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini dirinya belum pernah bertemu secara langsung dengan Kepala Desa Mulyajaya terkait persoalan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada permintaan biaya administrasi untuk pengajuan honor marebot,” ujar Udan Suherman saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut dijelaskan, secara teknis pengajuan bantuan atau honor untuk marebot maupun amil justru diajukan melalui Kantor Urusan Agama (KUA), bukan melalui pihak kecamatan.

Sementara itu, pihak kecamatan sendiri hanya memiliki kewenangan mengajukan honor bagi guru ngaji melalui bidang kesejahteraan sosial (Kesos).

Fakta tersebut memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat, mengingat sebelumnya beredar informasi adanya permintaan uang sebesar Rp250 ribu kepada para marebot mushola dengan dalih agar nama mereka dimasukkan sebagai penerima bantuan dari pemerintah.

Baca Juga:  Musdes Pemdes Karyasari: Pengurus KMP Resmi Dibentuk!

Jika benar pengajuan marebot bukan melalui desa maupun kecamatan, maka muncul dugaan kuat bahwa permintaan uang kepada marebot tersebut tidak memiliki dasar administrasi yang jelas.

Sejumlah pihak pun menilai persoalan ini harus segera diusut secara transparan agar tidak mencederai kepercayaan masyarakat, terutama para pengurus tempat ibadah yang selama ini mengabdi secara sukarela.

Aktivis sosial dan sejumlah elemen masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang serta aparat penegak hukum untuk turun tangan menelusuri kebenaran dugaan pungli tersebut.

Pasalnya, marebot mushola merupakan bagian dari masyarakat yang mengabdikan diri di rumah ibadah, sehingga sangat disayangkan apabila justru dijadikan objek pungutan oleh oknum tertentu.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Mulyajaya Endang yang dikenal dengan sebutan “Macan Kumbang” belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pungutan terhadap para marebot mushola tersebut. (LK)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase di Pinayungan Dikeluhkan Warga, Pemasangan U-Ditch dan Kemacetan Jadi Sorotan
Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka
Nasabah LKM Karawang Menunggu Uang Kembali, Bupati Didesak Turun Tangan: Mengapa Belum Ada Kepastian?
DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan
PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027
JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:47

Komisi III DPRD Karawang Tindaklanjuti Aduan LSM Laskar NKRI, Siap Sidak Dugaan Penutupan Drainase PT SAI

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:21

Perluas Struktur Organisasi, DPC PSN Karawang Serahkan SK DPAC Kecamatan Klari

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:34

Komitmen PRIMA di Tengah Renovasi, Kejari Karawang Pastikan Layanan Hukum Tetap Optimal

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:57

Bupati Karawang Sidak Tempat Hiburan Malam, Temukan Sejumlah Pelanggaran Perizinan

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:00

Kembalikan Pengelolaan Pasar Cikampek 1 ke Pemkab, Tolak BOT Pengelolaan Pasar oleh Perusahaan Swasta

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:55

Iduladha 2026, Pemkab Karawang Distribusikan 25 Sapi dan Kurban Presiden Prabowo

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:31

Kunjungi Warga Telukjambe, Pipik Taufik Ismail Tegaskan Komitmen Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terbaru