Karawang | Lintaskarawang.com – Polemik di lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) kian memanas. Meski Rektor telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan salah satu staf yang memicu kontroversi, namun sikap lanjutan dinilai belum menunjukkan ketegasan yang dibutuhkan publik.
Nurdin Syam atau yang akrab disapa Mr. Kim secara terbuka melontarkan kritik tajam. Ia menilai permintaan maaf tanpa langkah korektif yang jelas justru berpotensi memperkeruh suasana dan menimbulkan multitafsir di ruang publik.
Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar kesalahan komunikasi biasa, melainkan menyangkut marwah institusi pendidikan dan penghormatan terhadap profesi. Ia menegaskan, pimpinan kampus memiliki tanggung jawab penuh untuk mengoreksi dan menertibkan jajaran di bawahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau Rektor tidak bisa mengoreksi stafnya, lebih baik mundur. Ini soal wibawa institusi dan penghormatan terhadap profesi,” tegas Mr. Kim, pada Selasa (24/2/2026).
Tak hanya itu, ia juga memberikan ultimatum terbuka. Apabila dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas dan keputusan resmi yang transparan, dirinya bersama berbagai organisasi media akan mendatangi kampus Unsika sebagai bentuk kontrol sosial.
“Kalau tidak ada tindakan tegas, kami akan datang bersama organisasi media. Publik berhak mendapatkan kejelasan,” ujarnya.
Langkah tersebut, lanjutnya, bukan bentuk tekanan tanpa dasar, melainkan upaya menjaga akuntabilitas lembaga publik agar tidak terkesan abai terhadap kegaduhan yang telah terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak Unsika terkait kemungkinan sanksi atau langkah internal yang akan diambil. Publik kini menunggu, apakah pimpinan kampus akan mengambil sikap tegas atau membiarkan polemik ini terus bergulir.
Sorotan tajam ini menjadi ujian kepemimpinan bagi Unsika. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas, ketegasan sikap dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.
(LK)













Tinggalkan Balasan