Kearifan Lokal dan Transformasi Digital Unsika Dorong Generasi Muda Karawang Hadapi Krisis Global

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 07:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Dunia saat ini sedang menghadapi berbagai krisis besar yang saling berkaitan: krisis iklim, pangan, energi, hingga krisis moral dan sosial akibat disrupsi digital. Di tengah pusaran global itu, masyarakat daerah seperti Karawang juga merasakan dampaknya secara langsung. Krisis lingkungan yang mengancam sektor pertanian, ketergantungan terhadap bahan pangan impor, dan kesenjangan sosial akibat ketimpangan ekonomi digital menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

Berangkat dari keprihatinan itu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar Seminar Nasional bertema “Kearifan Lokal dan Digitalisasi: Tantangan dan Peluang Pelestarian Budaya di Tengah Krisis Global” di Gedung FISIP Unsika, 24 Oktober ini. Kegiatan tersebut menghadirkan budayawan dan penulis asal Karawang, Asep R. Sundapura, yang selama ini dikenal aktif memperjuangkan nilai-nilai budaya Sunda sebagai fondasi pembangunan manusia dan masyarakat di era modern.

Dalam paparannya, Asep menegaskan bahwa kearifan lokal bukanlah sesuatu yang kuno atau tertinggal, melainkan sumber nilai yang bisa menjadi pedoman hidup menghadapi perubahan dunia. Ia memandang, Karawang sebagai daerah industri dan pertanian berada di titik kritis antara modernitas dan tradisi. Jika tidak mampu menjaga keseimbangan, maka daerah ini berpotensi kehilangan akar budayanya sekaligus arah pembangunannya. “Kita harus memahami, kemajuan itu bukan berarti meninggalkan akar. Justru budaya lokal bisa menjadi penuntun agar digitalisasi dan pembangunan tetap manusiawi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asep kemudian mengulas kembali nilai-nilai dari naskah Sunda kuno seperti Waruga Lemah dan Sewakadarma yang mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial. Dalam Waruga Lemah misalnya, hubungan manusia dengan alam digambarkan sebagai ikatan spiritual yang menuntut rasa hormat dan tanggung jawab. Sementara dalam Sewakadarma, terdapat ajaran penting mengenai etos kerja, kejujuran, dan kesederhanaan—nilai-nilai yang seharusnya menjadi dasar ketahanan ekonomi masyarakat masa kini. “Dulu, orang Sunda diajarkan ‘ngawula kalayan darma’, bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas. Itu adalah bentuk ekonomi berbasis moralitas yang kini mulai hilang,” tutur Asep.

Baca Juga:  Ronda Malam Tradisi yang Tetap Hidup di Desa Cengkong

Ia juga menyoroti kearifan gastronomi lokal sebagai bagian penting dari ketahanan pangan. Menurutnya, tradisi kuliner Sunda tidak hanya berbicara soal rasa, tetapi juga tentang filosofi hidup yang menghargai alam dan keberlanjutan. Penggunaan bahan pangan lokal seperti singkong, jagung, dan talas, serta prinsip ulah ngabuang dahareun (tidak membuang makanan), mencerminkan kesadaran ekologis yang tinggi. “Ketahanan pangan bukan hanya urusan produksi, tapi juga kesadaran kita terhadap apa yang kita makan. Dapur tradisional Sunda sebenarnya menyimpan solusi ekologis yang sangat modern,” katanya.

Di sisi lain, Asep tidak menolak arus digitalisasi. Baginya, teknologi justru bisa menjadi ruang baru untuk pelestarian budaya jika dikelola dengan bijak. Media sosial, platform video, dan aplikasi edukasi bisa dimanfaatkan sebagai sarana dokumentasi dan promosi nilai-nilai lokal. Ia mendorong generasi muda Karawang untuk menjadi panglawungan digital—agen budaya yang mampu mengangkat kembali nilai-nilai Sunda di ruang digital secara kreatif dan beretika. “Jangan biarkan dunia digital hanya diisi oleh konten hiburan. Budaya kita bisa hidup di sana kalau kita mau mengisinya,” ujarnya bersemangat.

Seminar ini dihadiri oleh dosen, dan mahasiswa,. Para peserta sepakat bahwa pelestarian budaya lokal harus berjalan seiring dengan transformasi digital. Pihak akademisi Unsika juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus dan komunitas budaya dalam penguatan literasi budaya dan inovasi digital berbasis lokalitas.

Melalui kegiatan ini, Unsika tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga menjadi wadah refleksi bagi generasi muda Karawang untuk menatap masa depan tanpa kehilangan jati diri. Dalam penutupnya, Asep R. Sundapura berpesan, “Di tengah krisis global, kita tidak perlu kehilangan arah. Pegang akar budaya, kuasai teknologi, dan jadilah manusia Sunda yang bijak di era digital.”

(Wahid)

Berita Terkait

Segaran Batujaya, Kab. Karawang, Jawa Barat
Begal Kembali Beraksi di Kutawaluya, Pemdes Sampalan Bergerak Dampingi Korban
Dapur Yayasan Albagdadi Sajikan Menu MBG Berkualitas untuk Siswa SMK PGRI 3 Karawang
Siswa SMPN 1 Rengasdengklok Antusias Ikuti Program MBG‎
Open House Perumahan GKW Pererat Silaturahmi Warga di Waringin Jaya
HUT ke-19 Laskar NKRI Bagi-Bagi Kupon dan Santuni Anak Yatim di Situ Cipule
PEGUNUNGAN SANGGABUANA DIPROSES JADI TAHURA, APA BEDANYA DENGAN TAMAN NASIONAL?
DPRD Karawang Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan yang Merata dan Berkelanjutan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:50

‎Karang Taruna Wanasari dan Warga Audiensi, Desak PT TKH Buka Kembali Aktivitas Galian

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:50

Karang Taruna Karawang Matangkan Empat Agenda Strategis 2026, Fokus Konsolidasi hingga Regenerasi Organisasi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:47

Polsek Purwasari Bersama Forkopimcam Panen Jagung Hibrida, Perkuat Ketahanan Pangan di Karawang

Senin, 11 Mei 2026 - 14:12

KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak

Minggu, 10 Mei 2026 - 04:04

Aep Syaepuloh Bahagia Ikuti Kirab Mahkota Binokasih, Tunggangi Kuda dan Sapa Ribuan Warga Karawang

Minggu, 10 Mei 2026 - 03:48

Karawang Bergemuruh, Ribuan Warga Sambut Kirab Mahkota Binokasih hingga Larut Malam

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:20

Aep-KDM Tampil Berdampingan di Kirab Binokasih, Ribuan Warga Karawang Histeris

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:26

Karawang Jadi Tuan Rumah Kirab Budaya Tatar Sunda, Polres Siaga Amankan Jalur dan Antisipasi Macet

Berita Terbaru

Live

Segaran Batujaya, Kab. Karawang, Jawa Barat

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30