Karawang, Lintaskarawang.com – Dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) yang digelar bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, masyarakat Desa Sindang Mukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, (7/9) menyampaikan berbagai aspirasi penting, terutama terkait kebutuhan mendasar warga desa.
Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan warga, termasuk para ibu-ibu pelaku UMKM, menjadi ajang penyampaian aspirasi langsung kepada wakil rakyat. Ketua Karang Taruna Desa Sindang Mukti, Saiful Mikdar, menjadi salah satu perwakilan pemuda desa yang menyampaikan sejumlah usulan prioritas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Ada tiga hal utama yang kami sampaikan. Pertama, masalah pertanian, khususnya pompa air yang sering rusak atau hilang. Kedua, perbaikan jalan yang sudah rusak. Dan yang paling penting adalah ambulans desa. Sampai sekarang desa kami belum memiliki ambulans, padahal sangat dibutuhkan warga, terutama saat kondisi darurat, ungkap Saiful.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa selama ini warga yang sakit terpaksa dibawa menggunakan mobil bak terbuka, bahkan pernah terjadi kasus warga yang meninggal tanpa sempat mendapat pertolongan karena ketiadaan kendaraan.
Lebih lanjut, Saiful juga menyampaikan kritik membangun kepada pemerintah desa terkait transparansi pengelolaan koperasi Merah Putih dan pemanfaatan dana desa. Menurutnya, program koperasi tersebut belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Saya sudah tanya ke tiap dusun, belum ada yang tahu kegiatan koperasi Merah Putih ini berjalan atau tidak. Harusnya seperti desa lain, diumumkan secara terbuka di mushola atau masjid, supaya masyarakat bisa ikut mendaftar dan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Saiful menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan bentuk perlawanan, melainkan bentuk kepedulian dan rasa cinta terhadap desa. Ia menyayangkan jika kritik tersebut justru dianggap sebagai sikap negatif oleh pihak desa.
Saya sebagai Ketua Karang Taruna, bukan berarti tidak cinta kepada lurah atau desa. Kritik saya adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab saya terhadap masyarakat. Kami hanya ingin desa ini lebih baik dan terbuka,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, serta mendorong adanya sinergi dalam membangun desa yang lebih transparan, adil, dan sejahtera.
(Ripai/Wahid)












