Aksi Damai Jurnalis Karawang Tolak Kriminalisasi Narasumber, Bela Kebebasan Berpendapat

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 11:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Ratusan massa yang terdiri dari jurnalis Karawang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), aktivis, Komunitas Purna Bhakti Kepala Desa Seluruh Indonesia (Kompakdesi) dan warga Desa Pinayungan menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Karawang, (10/6/2025). Mereka bersatu dalam satu tuntutan Menolak Kriminalisasi terhadap Narasumber dan Membela Kebebasan Berpendapat.

Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap Yusuf Saputra, seorang warga Pinayungan, Telukjambe Timur, yang tengah menjalani proses hukum akibat pernyataannya dalam wawancara dengan wartawan. Yusuf kini didakwa dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE, meski dirinya bukan penyebar berita maupun pelaku pencemaran nama baik, melainkan hanya menjawab pertanyaan wartawan tanpa menyebutkan nama individu mana pun.

Apakah ini keadilan Apakah ini demokrasi teriak orator dari atas mobil komando. Massa turut menyuarakan yel-yel seperti Hidup rakyat! Hidup jurnalis! Hidup keadilan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan sikap bersama, para jurnalis Karawang menyampaikan lima poin tuntutan:

1. Mengecam pemidanaan terhadap Yusuf Saputra.

2. Mendesak Pengadilan Negeri Karawang membebaskan Yusuf tanpa syarat.

3. Menuntut aparat penegak hukum untuk mematuhi MoU Dewan Pers dan Polri.

4. Mengajak elemen masyarakat dan pers bersatu menolak kriminalisasi narasumber.

5. Menyerukan perlindungan terhadap kebebasan berbicara sebagai hak konstitusional.

Jika hari ini narasumber dibungkam, maka besok jurnalis akan dibungkam. Jika publik takut berbicara, maka demokrasi akan mati ujar Nurdin Syam alias Mr Kim salah satu perwakilan Aktivis jurnalis.

Baca Juga:  Rosmalia Dewi., SH, MH Ingatkan Perusahaan di Karawang Bayar THR Maksimal H-7 Sebelum Hari Raya

Dialog dengan Pihak Pengadilan

Pihak Pengadilan Negeri Karawang kemudian mengundang perwakilan aksi sebanyak 10 orang untuk menyampaikan aspirasi di ruang diskusi. Dalam pertemuan tersebut, juru bicara PN Karawang, Hendra Kusuma Wardana, SH., MH, menyampaikan bahwa lembaga peradilan akan mempertimbangkan dengan serius substansi hukum yang disuarakan.

Hendra juga menyinggung Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 105/PUU-XXII/2024, yang menjadi landasan penting dalam perlindungan kebebasan berpendapat di Indonesia. Putusan tersebut menyatakan bahwa:

Hanya individu yang secara langsung merasa dirugikan yang berhak melaporkan dugaan pencemaran nama baik berdasarkan Pasal 27A UU ITE.

Lembaga dan korporasi tidak memiliki hak melapor karena tidak memiliki martabat pribadi atau rasa malu sebagaimana yang dimaksud dalam hukum pidana.

Putusan ini diharapkan menjadi benteng terhadap kriminalisasi pendapat warga dalam ruang publik.

Serahkan Petisi, Kawal Proses Hukum

Perwakilan jurnalis juga menyerahkan surat petisi resmi kepada pihak Pengadilan, berisi desakan agar kasus Yusuf Saputra dihentikan dan hak-haknya sebagai warga negara dipulihkan. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum ini sampai keadilan ditegakkan.

Aksi damai ini berjalan tertib dan damai, diwarnai orasi, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Hidup jurnalisme merdeka! Hidup kebebasan berpendapat! Hidup rakyat yang berani bicara menjadi penutup aksi yang menggugah kesadaran bersama akan pentingnya menjaga demokrasi dari ancaman pembungkaman suara rakyat. (LK)

Berita Terkait

Aspirasi FMSB Tak Terjawab, Ketegasan Pemkab Subang dalam Kasus PT CMM Jadi Sorotan
Pembangunan Drainase di Pinayungan Dikeluhkan Warga, Pemasangan U-Ditch dan Kemacetan Jadi Sorotan
Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka
Nasabah LKM Karawang Menunggu Uang Kembali, Bupati Didesak Turun Tangan: Mengapa Belum Ada Kepastian?
DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan
PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027
Berita ini 54 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:13

Aspirasi FMSB Tak Terjawab, Ketegasan Pemkab Subang dalam Kasus PT CMM Jadi Sorotan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:03

Pembangunan Drainase di Pinayungan Dikeluhkan Warga, Pemasangan U-Ditch dan Kemacetan Jadi Sorotan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:12

Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:34

DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:46

PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:30

Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:17

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi

Berita Terbaru