Karawang, Lintaskarawang.com – Dalam upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), Senin (2/6/2025).
Kegiatan yang dipimpin oleh dr. Yayuk Sri Rahayu, MKM, selaku Kabid P2P Dinkes Karawang, ini menggandeng Unit Teknis Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang untuk menjadi motor penggerak sosialisasi PSN 3M Plus ke masyarakat. Materi pembekalan yang diberikan mencakup langkah-langkah pencegahan DBD seperti menguras dan menyikat tempat penampungan air (TPA), menutup rapat TPA, serta memanfaatkan dan mendaur ulang barang bekas.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap Rescue Karang Taruna dapat membantu mengedukasi masyarakat Karawang tentang pentingnya PSN 3M Plus serta mendorong implementasi G1R1J, di mana setiap rumah memiliki satu Jumantik yang bertugas memantau jentik nyamuk,” ujar dr. Yayuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Rescue Karang Taruna akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk memperkuat implementasi PSN 3M Plus. Tujuannya agar penularan DBD dapat ditekan secara efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Tim Rescue juga akan memanfaatkan daftar ceklis PSN yang disusun oleh Dinkes untuk mempermudah pengawasan dan evaluasi.
Sebagai informasi, DBD merupakan penyakit infeksi akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Gejala utamanya meliputi demam tinggi mendadak (39-40°C), sakit kepala parah, nyeri belakang mata, nyeri otot, muncul ruam kulit, mimisan, dan gusi berdarah. Jika disertai tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, sulit bernapas, atau penurunan kesadaran, maka pasien harus segera mendapatkan penanganan medis untuk menghindari syok dengue yang dapat berakibat fatal.
Untuk pencegahan, masyarakat diminta melaksanakan PSN secara rutin seminggu sekali dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mendaur ulang, dan ditambah langkah tambahan seperti menghindari pakaian bergantungan, menggunakan kelambu atau lotion anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, serta memanfaatkan tanaman pengusir nyamuk. Abatisasi dan fogging akan dilakukan jika ditemukan kasus DBD di suatu wilayah, setelah melalui penyelidikan epidemiologi oleh petugas kesehatan.
“Perlu diingat, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jika PSN tidak dilakukan, maka telur dan jentik nyamuk akan terus berkembang menjadi nyamuk dewasa,” tegas dr. Yayuk.
Mari bersama-sama cegah DBD dengan gerakan PSN 3M Plus melalui G1R1J, demi Karawang yang sehat dan bebas dari ancaman DBD. (LK)













Tinggalkan Balasan