Karawang, Lintaskarawang.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, yang berlokasi di Jalan Suroto Kunto, Adiarsa Timur, Kamis siang. (22/5/2025).
Aksi yang diikuti sekitar 30 orang mahasiswa ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kondisi sejumlah sekolah di Karawang yang dinilai tidak layak dan terancam roboh. Para mahasiswa menuntut agar Disdikpora segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak demi keselamatan siswa dan guru.
Sebelum memasuki halaman kantor Disdikpora, massa aksi sempat melakukan pembakaran ban sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur pendidikan yang rusak parah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam aksi tersebut, mahasiswa diterima langsung oleh Plt Kepala Disdikpora Karawang, Cecep Mulyawan. Cecep menyatakan bahwa dirinya menerima dengan baik aspirasi dari mahasiswa dan akan menindaklanjuti laporan tersebut kepada pihak yang berwenang.
“Saya menerima aspirasi dari adik-adik mahasiswa. Untuk pembangunan sekolah, wewenangnya berada di Dinas PUPR. Kami dari Disdikpora masih menunggu surat resmi dari Bupati Karawang untuk penunjukan pelaksanaan perbaikan bangunan sekolah yang tidak layak,” ungkap Cecep Mulyawan.
Salah satu orator aksi, Dani Rafael Manurung yang juga mahasiswa dari Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, menyampaikan bahwa banyak sekolah di Karawang dalam kondisi rusak berat, bahkan ada yang telah roboh. Menurutnya, hal ini menunjukkan minimnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
“Kami dari GMNI menuntut agar pemerintah melalui Disdikpora segera memberikan perhatian dan bantuan terhadap sekolah-sekolah yang rusak. Ini demi masa depan pendidikan di Karawang,” tegas Dani Rafael.
Aksi unjuk rasa berlangsung sejak pukul 13.00 WIB dan mendapat pengamanan ketat dari personel Polres Karawang, termasuk dari jajaran yang mengenakan pakaian preman. Meski sempat memanas, aksi berlangsung damai dan kondusif hingga para mahasiswa membubarkan diri.
Dengan disampaikannya tuntutan secara langsung, mahasiswa berharap ada tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah dalam waktu dekat untuk memperbaiki kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang tidak layak.
Kontributor: Dadan













Tinggalkan Balasan