DP3A DPP GMPI Desak Usut Dugaan Malpraktik atas Kematian Kintan Juniasari Karyawan Chang Shin

- Penulis

Senin, 28 April 2025 - 13:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua dan Wakil ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Ormas DPP GMPI

Ketua dan Wakil ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Ormas DPP GMPI

Karawang, Lintaskarawang.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, atas meninggalnya Kintan Juniasari. Kintan, seorang pekerja PT Chang Shin Indonesia (CSI) yang telah mengabdi selama enam tahun, menghembuskan napas terakhir usai menjalani operasi jari di RS Fikri Medika Karawang.

Tragedi ini bermula dari kecelakaan kerja yang dialami Kintan pada Sabtu pagi, 12 April 2025. Awalnya, korban mendapatkan perawatan di klinik perusahaan tempat ia bekerja sebelum akhirnya dirujuk ke RS Fikri Medika untuk tindakan medis lebih lanjut.

Namun, bukannya pulih, Kintan justru meninggal dunia setelah menjalani prosedur operasi. Kepergian Kintan yang mendadak ini menimbulkan banyak pertanyaan dari keluarga dan masyarakat sekitar, apalagi dengan adanya dugaan malpraktik medis dalam proses penanganannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi kejadian ini, Bunda Ani dari Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Ormas DPP GMPI mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas kematian tragis tersebut.

Baca Juga:  Jelang Pilkada Karawang, Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan Nyatakan Dukungan untuk Aep Syaepuloh

“Kami mendorong pemerintah dan APH untuk melakukan investigasi mendalam. Dugaan adanya malpraktik dalam kasus ini harus diusut secara serius agar ada keadilan bagi korban dan keluarganya,” tegas Bunda Ani, Senin (28/4/2025).

Menurut Bunda Ani, keselamatan kerja dan perlindungan hak-hak pekerja, khususnya perempuan, harus menjadi prioritas utama. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap standar operasional di dunia kerja dan layanan kesehatan.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DP3A DPP GMPI, Nasem, yang juga merupakan karyawan PT CSI turut menyampaikan rasa bela sungkawa. Ia mengaku trauma dengan kejadian ini dan menyatakan kekhawatirannya jika ada karyawan CSI lain yang harus dirujuk ke RS Fikri Medika, mengingat dugaan malpraktik yang telah menyebabkan kematian Kintan.

Saat ini, pihak keluarga berharap adanya kejelasan dan pertanggungjawaban dari semua pihak terkait atas meninggalnya Kintan Juniasari. (LK)

Berita Terkait

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas
BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan
Ayo Bayar PBB-P2 Sebelum 30 September, Inilah Beragam Manfaatnya
Berita ini 78 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 06:54

Mentan Sidak Pompanisasi di Karawang, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Petani

Selasa, 1 September 2026 - 06:47

Hadiah Cinta untuk Orang Tua, Wabup Karawang Resmikan Masjid Al-Hayza di Klari

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:52

Bawa Aspirasi Petani ke Menteri Pertanian, Ade Golun PJT II Rengasdengklok Sampaikan Keluhan Irigasi yang Dikeluhkan Warga

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:50

BULOG bersama Bapanas Salurkan 181 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan di Jawa Barat

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:40

Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Pertanyakan Dugaan Pengelolaan Dana Desa Kendaljaya Tahun Anggaran 2024–2025

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:20

Saluran Irigasi Tersumbat Parah, 1.800 Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air, Alat Berat Mulai Diterjunkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:15

Mobil Anggota DPRD Karawang Dikepung 10 Orang Mengaku Debt Collector, Diduga Ada Intimidasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:18

Berkas Aset BUMDes Sindangmulya Diduga Raib, BPD Soroti Transparansi dan Pertanyakan Pembentukan Direktur Baru

Berita Terbaru