Saluran Irigasi Tersumbat Parah, 1.800 Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air, Alat Berat Mulai Diterjunkan

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Kutawaluya Karta Wijaya saat di lokasi normalisasi

Camat Kutawaluya Karta Wijaya saat di lokasi normalisasi

Karawang | LintasKarawang.com — Kondisi saluran irigasi sepanjang kurang lebih 5 kilometer yang mengalami penyumbatan berat akibat pertumbuhan gulma air akhirnya mendapat penanganan. Alat berat excavator mulai diterjunkan untuk melakukan pembersihan dan mengangkat gulma yang selama ini menghambat aliran air menuju areal persawahan.

Penyumbatan saluran didominasi eceng gondok, kiyambang, serta berbagai vegetasi air lainnya yang tumbuh secara masif hingga menutup sebagian badan saluran. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tersendat dan debit air menuju wilayah hilir mengalami penurunan signifikan.

Situasi ini menjadi perhatian serius lantaran sekitar 1.800 hektare areal persawahan bergantung pada kelancaran saluran irigasi tersebut. Terlebih, tanaman padi saat ini berada pada fase tanam sehingga pasokan air sangat dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan tanaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, para petani dan masyarakat telah berupaya melakukan pembersihan secara swadaya melalui kerja bakti dan gotong royong. Namun, luasnya area yang mengalami penyumbatan serta pertumbuhan gulma yang cepat membuat upaya manual tidak lagi mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh.

Penanganan kemudian dilakukan menggunakan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan dan membuka kembali jalur aliran air.

Camat Kutawaluya Kabupaten Karawang, Karta Wijaya, turut hadir pada hari pertama pelaksanaan pembersihan, Minggu (30/8/2026). Kehadiran Camat Kutawaluya tersebut sekaligus memastikan proses penanganan di lapangan berjalan dan kebutuhan koordinasi antarinstansi dapat dilakukan dengan cepat.

Baca Juga:  DPP Padjajaran Siliwangi Nusantara mengikuti upacara HUT kemerdekaan RI ke - 78

Selain memantau proses pengerjaan, Karta Wijaya juga melakukan koordinasi dengan UPTD Rengasdengklok Dinas Lingkungan Hidup terkait pengangkutan gulma yang telah diangkat dari saluran. Pihak UPTD DLH disebut menyiapkan truk pengangkutan agar tumpukan gulma tidak kembali mengganggu saluran maupun lingkungan sekitar.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang guna memastikan penanganan irigasi tersebut dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap tanaman padi.

Langkah cepat tersebut dinilai penting karena apabila gangguan pasokan air berlangsung terlalu lama, tanaman padi berpotensi mengalami stres air yang dapat berujung pada penurunan produktivitas, kerusakan tanaman, bahkan ancaman gagal panen atau puso.

Para petani berharap normalisasi tidak berhenti pada pengangkatan gulma saja. Diperlukan pengerukan material penghambat aliran, penanganan titik pendangkalan serta pemeliharaan saluran secara berkala agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Dengan mulai diturunkannya alat berat, masyarakat berharap jalur irigasi sepanjang kurang lebih 5 kilometer tersebut dapat segera kembali berfungsi normal sehingga distribusi air ke wilayah hilir dan sekitar 1.800 hektare sawah dapat terselamatkan.

Petani pun berharap pemerintah tidak menunggu hingga tanaman mengalami kerusakan. Sebab, bagi petani, keterlambatan penanganan irigasi bukan sekadar persoalan saluran tersumbat, tetapi menyangkut keberlangsungan musim tanam dan sumber penghidupan masyarakat.

(LK)

Berita Terkait

Mobil Anggota DPRD Karawang Dikepung 10 Orang Mengaku Debt Collector, Diduga Ada Intimidasi
Berkas Aset BUMDes Sindangmulya Diduga Raib, BPD Soroti Transparansi dan Pertanyakan Pembentukan Direktur Baru
Sinergi Membumi untuk Pendidikan Karawang: Program “Lapor Kang Cucu” Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pesantren Lestari Alam Qurani
Sosialisasi Satgas Citarum Harum 2026 Digelar di Dewisari, Fokus Normalisasi Sungai Cegah Banjir
Wakil Ketua BPD Sindangmulya Pertanyakan Transparansi Dana BUMDes 2018–2026, Muncul Dugaan Pengelolaan Anggaran Bermasalah
CCTV Dicuri Maling, Bos Alvin Mengaku Sudah Berkali-kali Kehilangan Barang di Empang Karyasari
BRI Tambah 47 Mesin CRM, Transaksi Nasabah Kini Makin Mudah.
Gelora Banteng Karawang Menggema Di Sragen, 111 Kader PDI Perjuangan Berangkat ke Surabaya Dukung Jabar di Final Soekarno Cup 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:41

Direktur CV. Pakar Bangunan Konstruksi,Nurhali Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Semangat Gotong Royong dan Pembangunan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:35

Hj. Saidah Anwar Nahkodai PBI Karawang Periode 2026–2030, Siap Bangun Prestasi Olahraga Boling

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:48

Puji Gerak Cepat Bupati Karawang, Ketua Pembina KIS Esther Tan Apresiasi Penanganan Kasus Karmila

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:15

Langkah Cepat Pemkab Karawang Atasi Kendala Sekolah Ananda Karmila, Tuai Apresiasi dari PSI dan Komunitas KIS

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 04:13

Desa Payungsari Sukses Laksanakan Penetapan Calon Anggota BPD 2026 – 2034 Sesuai Perbup Karawang No.24 Tahun 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:23

Pendidikan politik repdem Karawang jadi momentum Perkuat solidaritas dan mantapkan barisan hadapi tantangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:14

Peduli Kesehatan Masayarakat, RSUD Jatisari Buka Stand Pelayanan Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat Di Gebyar Paten Kecamatan Jatisari

Kamis, 30 Juli 2026 - 04:51

Masyarakat Dusun Bojong Karya II Didorong Kelola Limbah Organik Jadi Eco Enzym dan Komposter Oleh Mahasiswa KKN UBP Karawang.

Berita Terbaru