Karawang, Lintaskarawang.com – Aktivis Karawang, Dadi Mulyadi, SH, menyampaikan pandangannya terkait pentingnya modernisasi pengelolaan bank sampah di setiap desa dan kecamatan. Menurutnya, jika masyarakat diberi wawasan dan pengetahuan yang luas serta sistem pengelolaan yang modern, partisipasi mereka dalam menangani persoalan sampah akan meningkat drastis.
“Jika diberikan wawasan dan pengetahuan yang luas, serta dimodernisasi dalam pengelolaan bank sampah di setiap desa dan kecamatan, saya yakin partisipasi warga akan tinggi. Masyarakat bisa dijadikan contoh dalam menurunkan persoalan sampah,” ujar Dadi Mulyadi, Selasa (22/4/2025).
Ia mencontohkan, masyarakat sejatinya telah terbiasa untuk taat terhadap berbagai kewajiban yang dibebankan. Dalam urusan pajak, misalnya, masyarakat patuh membayar tanpa banyak keluhan. Belanja dikenakan pajak, parkir berbayar, hingga toilet umum yang memungut biaya, semua diterima dengan kesadaran penuh. Bahkan dalam transaksi jual beli tanah, masyarakat pun bersedia membayar pajak pembelian dan penjualan tanpa keberatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Artinya, sebenarnya tidak ada yang sulit dengan masyarakat. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah pemerintah bisa amanah atau tidak dalam mengelola kepercayaan itu?” tegasnya.
Menurut Dadi, selama ini justru pemerintah yang sering gagal menunjukkan komitmen nyata. Pendapatan pajak yang tinggi sering dirayakan, namun di sisi lain, kinerja pemerintahan berjalan seperti autopilot—minim terobosan baru dan hanya menjaga status quo.
Padahal, kata Dadi, seorang pemimpin sejati tidak boleh terjebak dalam rutinitas biasa. Ia harus mampu melakukan lompatan besar dan menciptakan perubahan signifikan. Salah satu sektor yang saat ini mendesak untuk dibenahi secara serius adalah sektor pengelolaan sampah.
“Saya kira banyak ide cemerlang yang bisa digali dari masyarakat. Jika pemerintah bersedia menampung, mendiskusikan secara jernih, dan tidak membawa kepentingan politik, maka ide-ide itu akan mengkristal menjadi kebijakan yang sangat bermanfaat,” tambahnya.
Dadi menekankan bahwa kebijakan yang lahir dari pemikiran kolektif tersebut nantinya akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Jika berhasil, maka kebijakan itu akan menjadi contoh yang bisa diapresiasi baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Dan siapa yang akan mendapatkan apresiasi? Bukan hanya masyarakatnya, tapi pemimpinnya. Ketika masyarakat melihat hasil yang nyata, mereka akan mendukung pemimpinnya dalam situasi apapun,” jelas Dadi.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kepercayaan publik tumbuh dari hal kecil, namun berdampak besar. “Manfaatnya besar bagi umat dan masyarakat, khususnya di Kabupaten Karawang, dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya. (LK)













Tinggalkan Balasan