Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Curhat ke Presiden Prabowo Soal Harga Obat Hama Pertanian

- Penulis

Senin, 7 April 2025 - 11:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Dedi Mulyadi Curhat pada Presiden masalah Petani

Saat Dedi Mulyadi Curhat pada Presiden masalah Petani

Majalengka, Lintaskarawang.com – Dalam momentum panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/4/2025), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sejumlah keluhan dan harapan petani langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Salah satu sorotan utama adalah tingginya harga obat hama yang menjadi beban utama dalam biaya produksi pertanian.

Dedi menjelaskan bahwa meskipun distribusi pupuk kini sudah lebih lancar, namun biaya produksi yang paling memberatkan petani saat ini justru berasal dari pembelian obat-obatan pertanian. “Mulai dari sebelum tanam, petani sudah harus menyemprot keong. Lalu selama dua bulan masa tanam sampai panen, nyaris dua hari sekali harus menyemprot lagi karena hama terus berdatangan,” ujarnya di hadapan Presiden Prabowo dan para pejabat kementerian terkait.

Lebih lanjut, Dedi juga menyoroti kondisi tanah di Jawa Barat yang menurutnya sudah mengalami kejenuhan akibat pemupukan terus-menerus tanpa adanya program pemulihan unsur hara tanah. Ia meminta perhatian pemerintah pusat untuk membuat program khusus pemuliaan tanah secara menyeluruh di wilayah Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Gubernur Dedi juga menyinggung soal irigasi yang menurutnya mengalami penurunan anggaran dari BBWS tahun ini. Ia berharap kehadiran Presiden Prabowo bisa membawa anggaran tersebut kembali seperti semula, demi menunjang kebutuhan petani dalam mengakses air irigasi yang memadai.

Baca Juga:  Ujang Suhana : Hut ke - 53 PDI perjuangan jadi momentum perkuat edukasi dan peran generasi muda di karawang

Dalam kesempatan itu, Dedi mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya alih fungsi lahan di wilayah Jawa Barat, termasuk Bekasi yang disebutnya hampir kehabisan lahan pertanian. Ia menyatakan telah mengeluarkan Peraturan Gubernur yang melarang alih fungsi lahan untuk menjaga kedaulatan pangan. Namun, kendala masih muncul karena sistem tata ruang yang digunakan kabupaten/kota masih memakai versi lama.

Tak kalah penting, Dedi juga meminta perhatian Presiden terkait asuransi kesehatan petani. Ia menyebut banyak petani yang tidak tercover oleh BPJS, bahkan ada kasus bayi yang sempat ditahan di rumah sakit karena BPJS mandirinya tidak aktif.

“Mulai tahun ini, saya minta tidak boleh ada lagi bayi petani yang ditahan karena masalah BPJS. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

Menutup penyampaiannya, Dedi menyebut Jawa Barat sebagai penyangga Ibu Kota dan lumbung pertanian nasional. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat untuk menambah sarana dan prasarana pertanian. Ia juga berharap agar lahan-lahan milik Perhutani dan PTPN bisa dimanfaatkan untuk peningkatan produksi pangan melalui program tanam serentak seperti gogo rancah yang dijadwalkan pada November mendatang.

“Semoga pertemuan ini menjadi manfaat untuk seluruh petani di Indonesia, khususnya di Jawa Barat,” tutup Dedi. (LK)

Berita Terkait

Satpol PP Karawang Dinilai Melehoy, Alfamart Kalijaya Tetap Beroperasi Meski Izin Dipersoalkan
Pasca RDP DPRD Karawang, Alfamart Kalijaya Masih Beroperasi, Warga Desak Penegakan Perda
BM PAN Karawang: Pemkab Harus Tutup Permanen TNM dan Perkuat Edukasi Generasi Muda
Karang Taruna Karawang Barat Ancam Gelar Aksi Lebih Besar, Soroti Izin PBG hingga AMDAL yang Belum Lengkap
Polisi Tangkap Lima Pemuda Terkait Dugaan Pelanggaran Kesusilaan di THM Karawang
DPRD Karawang Soroti Kejanggalan Izin Alfamart Kalijaya, Warga Pertanyakan Legalitas Operasional
Sikapi Video Viral di Theatre night mart, Gajah Muda Nusantara Karawang Ajak Semua Pihak Jaga Kehormatan Daerah
Ketua MPI Karawang Desak Pemda Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam
Berita ini 36 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:52

Muhammadiyah Karawang Dorong Penataan Minimarket Demi Lindungi Ekonomi Desa dan Wujudkan Keadilan Sosial

Senin, 8 Juni 2026 - 13:30

Keren, Mukab Kadin Kabupaten Bekasi Dibuka Sekda dan ditutup Plt Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja

Senin, 8 Juni 2026 - 05:21

TPU Penuh Jadi Sorotan! Pipik Taufik Ismail Tampung Aspirasi Warga Karawang dan Pelaku UMKM

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:46

Wawasan Nusantara Jadi Sorotan, Ketum Karang Taruna Karawang Ajak Pemuda Tetap Jaga Identitas Bangsa di Era Global

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:34

Dua Kali Dilaporkan, Kabel Semrawut di Warudoyong Utara Belum Ditangani, Warga Khawatir Terjadi Musibah

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:15

Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar

Senin, 20 April 2026 - 08:19

Karawang Disiapkan Jadi Pilot Project Biosaka, Targetkan Pertanian Modern Tanpa Konflik Sosial

Rabu, 8 April 2026 - 02:56

Pererat Sinergi, Lurah Palumbonsari Kunjungi Redaksi Lintaskarawang.com

Berita Terbaru