Hari Kedua PDI Perjuangan Karawang Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir di Desa Karangligar

- Penulis

Sabtu, 8 Maret 2025 - 15:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Pipik Taupik Ismail, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, bersama Toto Suripto, Koordinator Wilayah (Korwil) DPD PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat terdampak banjir. Mereka hadir di hari ke dua di dapur umum Posko Peduli Banjir, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga setempat.

Kegiatan ini merupakan bentuk gotong royong yang melibatkan DPP, DPD, dan DPC PDI Perjuangan Karawang, bersama anggota DPRD, pengurus partai, serta Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan. Setidaknya sebanyak 1.500 bingkisan makanan telah disiapkan untuk dibagikan kepada warga yang terdampak banjir. Pipik Taupik Ismail berharap jumlah bingkisan ini dapat bertambah, mengingat masih banyak warga yang membutuhkan bantuan.

“Ini adalah bentuk nyata dari kepedulian PDI Perjuangan untuk membantu meringankan beban warga Karawang yang terdampak bencana. Kami bersama Baguna dan seluruh pengurus partai akan terus berupaya untuk memberikan dukungan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat,” ujar Pipik Taupik Ismail.

Sementara itu, Toto Suripto menambahkan bahwa dapur umum ini akan beroperasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan makanan warga yang terdampak dapat terpenuhi. “Insya Allah, besok jumlah bingkisan akan bertambah lagi. Kami akan terus mengupayakan bantuan ini, agar warga Desa Karangligar dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas mereka,” ujar Toto.

Warga setempat sangat mengapresiasi adanya bantuan ini, yang sangat membantu dalam situasi darurat. Dengan adanya dapur umum dan distribusi bingkisan makanan, masyarakat merasa lebih terperhatikan dan terbantu selama masa pemulihan pascabencana. PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan hingga keadaan kembali normal.

(LK)

Berita Terkait

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi
FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!
Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya
Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM
Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian
GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
Berita ini 27 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Berita Terbaru