Kepengurusan Baru DKM Masjid Agung Karawang Disoal Puluhan Kiyai dan Warga

- Penulis

Sabtu, 15 Februari 2025 - 03:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Kepengurusan baru Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Karawang atau dikenal juga sebagai Masjid Syekh Quro, yang terletak di Dusun Kaum, Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, menuai protes keras dari puluhan kiyai dan warga setempat.

Mereka menilai, proses pemilihan Ketua DKM baru yang digelar beberapa waktu lalu cacat secara aturan. Akibatnya, warga dan kiyai menegaskan tidak mengakui kepengurusan baru di masjid tertua di Jawa Barat tersebut.

Salah satu tokoh agama setempat, KH. Asep Hamidi, yang juga warga Kaum, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam proses pemilihan Ketua DKM Masjid Agung Karawang. Ia menegaskan bahwa mekanisme yang dijalankan tidak sah dan bertentangan dengan hasil musyawarah sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasca habis masa jabatan Acep Jamhuri sebagai Ketua DKM, seharusnya dibentuk tim formatur untuk melaksanakan pemilihan Ketua baru. Namun, Acep yang telah menjabat dua periode malah membentuk panitia secara sepihak,” ujar KH. Asep Hamidi saat ditemui di kediamannya, Jumat (14/2/2025).

KH. Asep yang juga pimpinan Yayasan Pendidikan At-Taubah Kaum menjelaskan, sebelum pembentukan panitia versi Acep Jamhuri, telah digelar musyawarah di Akhsaya Hotel Karawang. Musyawarah tersebut dihadiri perwakilan Pemkab Karawang, Kemenag, MUI, serta pengurus DKM, yang sepakat membentuk tim formatur sebagai panitia pemilihan.

“Karena Acep tidak hadir dalam musyawarah itu, dia kemudian membentuk panitia sendiri. Hasilnya, terpilihlah H. Ujang Mashudi sebagai Ketua DKM yang baru, tanpa melibatkan unsur pemerintah daerah,” jelas KH. Asep.

Baca Juga:  Polemik Kepengurusan Masjid Agung: Proses Penetapan Diduga Tidak Sesuai Regulasi

Ia juga menyoroti dalih Acep yang menyatakan Masjid Agung bukan milik Pemkab Karawang, sehingga pemilihan Ketua DKM tidak perlu melibatkan pemerintah. Padahal, menurut KH. Asep, masjid tersebut memiliki keterkaitan erat dengan Pemkab, baik dari sisi sejarah maupun aset.

“Kami menolak DKM hasil pemilihan yang cacat ini. Acep seharusnya bisa membedakan antara Masjid Agung dan organisasi DMI (Dewan Masjid Indonesia). Pemkab jelas punya kontribusi besar terhadap masjid ini,” tegasnya.

KH. Asep juga mempertanyakan pelantikan kepengurusan baru yang dikabarkan digelar di luar Karawang, tepatnya di Garut, pada Jumat (14/2/2025). Menurutnya, hal itu semakin menambah tanda tanya besar di kalangan warga dan tokoh agama sekitar.

“Kami heran, kenapa pelantikannya di luar kota, padahal masjidnya di Karawang. Ini jadi salah satu alasan kami semakin tidak percaya,” imbuhnya.

Sebagai bentuk protes, puluhan kiyai dan warga kemudian mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang untuk menyampaikan aspirasi mereka. Mereka mendesak agar Kemenag turun tangan menyelesaikan polemik ini.

Audiensi itu diterima langsung oleh Kepala Kemenag Karawang, H. Sopian, pada Rabu (12/2/2025). Dalam pertemuan tersebut, para kiyai menegaskan keinginan agar Masjid Agung Karawang tetap menjadi simbol keagamaan yang netral dan bebas dari kepentingan politik.

“Kami tidak ingin Masjid Agung dibawa ke ranah politik. Masjid ini harus menjadi rumah ibadah umat muslim Karawang, tidak boleh diubah-ubah,” pungkas KH. Asep Hamidi. (***)

 

Berita Terkait

HUT ke 67 Pemuda Pancasila di Karawang Diwarnai Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim, 234 SC Sampaikan Apresiasi
PT Jaya Refrigeration Equipment Klarifikasi Isu Loker Midea, Tegaskan Tak Pernah Bekerja Sama dengan AST
Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Lemah Duhur, Musholah Bocor hingga Irigasi Sawah Jadi Sorotan
Panglima Chaunk Resmi Pimpin HANKAM DPP GMPI, Dewa Sena Serahkan SK Secara Langsung
Kang Bagas Optimistis Abdul Gofur Unggul di Pilkades Wadas, SIWADAS Jadi Program Andalan Transparansi Desa
Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian
MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN
FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang
Berita ini 186 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:33

Bukan Sekadar Klarifikasi! 234 SC Minta Dugaan Insiden Kimia Pindo Deli II Diusut Tuntas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:48

Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Karawang: Kebocoran Gas Berulang di PT Pindo Deli 2, KOALISI ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL KARAWANG Tuntut Pencabutan Izin Produksi unit caustic soda plant pt pindo deli 2

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:09

Penampungan Oli di Waringinjaya Disorot, Air Kali Menghitam hingga Warga Keluhkan Bau Menyengat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:09

Keren! Produk Kreatif Karawang Tembus Nigeria, Inovasi Olah Limbah Industri Dilirik Menteri Ekraf

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:08

Gebyar PATEN Hadir di Kecamatan Rengasdengklok, Warga Dapat Mengakses Beragam Layanan Publik hingga Sunat Gratis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:31

Dugaan Perbuatan Melanggar Hukum oleh PT. NIJ terhadap PT Saptari Sentosa Sejahtera Resmi Layangkan Gugatan di Pengadilan Negeri Karawang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:56

Motor Warga Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Pedes, Pengawas Minta Maaf

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:13

FMSB TEGAS: JANGAN TERBITKAN IZIN UNTUK PT CMM JIKA LOKASINYA TIDAK SESUAI PERUNTUKAN!

Berita Terbaru