Dedi Mulyadi Bertemu Bupati Karawang, Bahas Transformasi dan Kebijakan Pertanian

- Penulis

Senin, 27 Januari 2025 - 01:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar dari KDM Chanel

Gambar dari KDM Chanel

Karawang, Lintaskarawang.com – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mengadakan pertemuan dengan Bupati Karawang yang masih menjabat serta Wakil Bupati Karawang terpilih di kediamannya di Subang Regency. Pertemuan ini berlangsung beberapa waktu lalu dan dilansir melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi (KDM Channel).

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu dengan sejumlah kepala daerah terpilih, sementara masih ada beberapa yang belum berkesempatan hadir.

“Tinggal Bupati Majalengka terpilih, Bupati Tasik terpilih, Bupati Bandung Barat terpilih, Wali Kota Bogor terpilih, dan Bupati Cirebon terpilih. Waktunya minggu ini sudah selesai, saya tidak akan mengundang lagi, tergantung kesediaan mereka,” ujar Kang Dedi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menyusun perubahan anggaran di Jawa Barat.

“Dalam pembicaraan ini, kisi-kisi yang dibahas langsung dicatat oleh tim transisi Pemprov Jabar. Mereka mendokumentasikan apa yang harus dilakukan di Kabupaten Karawang dan Bekasi, lalu memasukkannya ke dalam rancangan perubahan anggaran. Kalau bupatinya tidak bertemu, mungkin kita tidak tahu apa saja yang harus dibangun sejak awal. Tapi saya punya janji untuk langsung bertemu dengan warga,” ungkapnya.

 

Transformasi Karawang Menuju Metropolitan

Dalam diskusi tersebut, Dedi Mulyadi menyoroti transformasi Karawang yang kini berkembang menjadi kawasan metropolitan. Ia bertanya kepada Bupati Karawang mengenai strategi yang akan diterapkan dalam menghadapi perubahan tersebut.

“Karawang itu penghasil beras, kawasan industri, serta perumahan elit. Mengingat ada transisi dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat urban, bagaimana konsep kebijakan yang akan diterapkan ke depan?” tanya Kang Dedi.

Menanggapi pertanyaan itu, Bupati Karawang menjelaskan bahwa Karawang telah lama menjadi pusat industri, tetapi tetap memiliki lahan pertanian yang luas.

Baca Juga:  Pelantikan dan Penyerahan SK PPPK Jabatan Fungsional Guru Tenaga Kesehatan Farmasi Tahun 2023 dan PNS Lulusan Politeknik STTD

“Karawang sudah mengunci lahan pertanian dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai salah satu daerah penyuplai lumbung padi nasional. Luas sawah yang telah kita lindungi mencapai 87 ribu hektare,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Karawang menyoroti kebijakan yang mendukung kesejahteraan petani.

“Alhamdulillah, sekarang ada serapan dari Bulog yang berbeda, yakni 70 persen beras dan 30 persen gabah, nanti berubah menjadi 70 persen gabah dan 30 persen beras. Petani tidak perlu khawatir, karena jika panen gagal sudah diasuransikan dan Bulog siap menyerap hasil panen,” ujarnya.

Untuk melindungi petani dari kerugian, pemerintah telah menyiapkan asuransi gagal panen.

“Tahun 2024, kita sudah mengalokasikan 40 ribu hektare sawah untuk program asuransi gagal panen. Tahun 2025, kita menargetkan hampir 60 ribu hektare sawah. Secara keseluruhan, yang sudah dikunci dalam LP2B adalah 87 ribu hektare, semoga ke depan bisa mencakup semuanya. Kami mohon doa dan dukungan dari Pak Gubernur,” ungkapnya.

 

Pembangunan Perumahan di Lahan Pertanian Dihentikan

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menyinggung kebijakan pembangunan perumahan di lahan pertanian. Bupati Karawang menegaskan bahwa pembangunan perumahan di lahan pertanian telah dihentikan.

“Hal ini sudah dikunci dalam LP2B, sehingga tidak ada lagi penambahan perumahan. Pemohon untuk perumahan, industri, maupun perkantoran di area pesawahan tidak akan diberikan izin,” tegasnya.

 

Langkah Awal Koordinasi Pemerintah Provinsi dan Daerah

Pertemuan ini menjadi langkah awal koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memastikan bahwa kebijakan pembangunan tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. (LK)

 

Berita Terkait

DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas Perubahan APBD 2026 hingga APBD 2027
Bapenda Karawang Hadirkan Pelayanan Pajak Jemput Bola di Gebyar PATEN Kecamatan Majalaya
Kabar Gembira! Pemkab Karawang Beri Diskon hingga 80 Persen dan Bebas Denda PBB-P2
Bapenda Karawang Bahas Raperbup DBH-PDRD Bersama DPMD
Banteng Jabar Juara Soekarno Cup 2026, Megawati Tutup Turnamen Nasional di Stadion GBT Surabaya
Menyongsong HUT ke-81 RI, Pemkab Karawang Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan dan Kedaulatan Rakyat
Dijanjikan Kerja di Turki, Malah Berujung di Irak: Dua PMI Asal Jabar Menanti Jalan Pulang
Resmi! Polres Karawang Naik Status Jadi Polresta, Kombes Mario Prahatinto Resmi Pimpin
Berita ini 69 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 12:14

Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang

Kamis, 10 September 2026 - 08:22

Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah

Senin, 7 September 2026 - 12:27

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut

Berita Terbaru