27 EKOR DOMBA MATI DIMAKAN SATWA LIAR DI KARAWANG DIDUGA MACAN TUTUL JAWA

- Penulis

Selasa, 4 Juni 2024 - 01:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Masyarakat di Kampung Taneh Bereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang dihebohkan oleh kematian puluhan ternak selama sebulan terakhir akibat serangan satwa liar. Total korban ternak yang mati mencapai 27 ekor.

Menurut Laim, Kepala Dusun Taneh Bereum, kejadian pertama kali diketahui di ladang penggembalaan sekitar 500 meter dari kebun warga bernama Eli. “Awalnya ada suara teriakan kambing tiga kali. Sore hari kira-kira jam 3, ketika disamperin, ditemukan ternak kambing sudah mati dengan luka di leher samping dan bekas jejak binatang lain,” jelas Laim. Setelah kejadian pertama pada 19 Maret, serangan berulang pada 17 April, dan terakhir pada 24 Mei 2024.

Pada saat kejadian terakhir, warga setempat yang juga peternak, Ali, dipanggil oleh temannya bernama Karna yang melihat salah satu kambing dimangsa macan dan ditarik ke dalam gua batu kecil. Ketika didatangi, macan tersebut lari ke hutan meninggalkan mangsanya. Masyarakat melaporkan bahwa satwa tersebut adalah macan tutul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena banyaknya serangan, warga menjadi resah dan sempat berencana memburu macan tersebut. Selain mengalami kerugian besar, warga juga merasa terancam saat melakukan kegiatan di malam hari.

Komarudin, anggota Sanggabuana Wildlife Ranger (SWR) dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), mendatangi lokasi untuk mengumpulkan data didampingi oleh Direktur SCF, Deby Sugiri, Kepala Desa Tamansari Ai Ratnaningsih, Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Brigadir Dede Saeful Anwar, dan Babinsa Koramil Serka Dade Sukarna. “Kami mendapat laporan dari anggota BPBD Kecamatan Pangkalan, Sdr Kiwong, mengenai keresahan warga dan niatan untuk memburu satwa liar tersebut. Bersama perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, kami melakukan asesmen ke lapangan untuk mengumpulkan data yang akan dilaporkan ke markas dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat,” jelas Komarudin. Di lapangan, ditemukan jejak karnivora besar dan beberapa jejak darah di gua.

Baca Juga:  Humas DPP GMPI: Abaikan Kebencian, Ormas Harus Terus Berbuat Baik untuk Masyarakat

Vitriana Yulalita, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Purwakarta BBKSDA Jawa Barat, menekankan bahwa macan tutul Jawa adalah satwa kebanggaan dan dilindungi sesuai Permen LHK No. 106/2018. Vitriana mengimbau masyarakat untuk tidak memburu macan tutul dan akan mengedukasi masyarakat tentang cara beternak yang aman dari serangan satwa liar.

Bernard T. Wahyu Wiryanta, fotografer dan peneliti satwa liar dari SCF, menambahkan bahwa dari laporan asesmen Ranger, jejak, ciri-ciri serangan, dan kesaksian warga menunjukkan bahwa pelaku serangan adalah macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). Lokasi konflik merupakan habitat macan tutul Jawa yang termasuk dalam kawasan lindung Karst Pangkalan.

Bernard juga mengkritik kebiasaan warga yang memelihara ternak di tengah hutan dan sering meninggalkan ternak di luar kandang pada malam hari. Dia menyarankan agar pemerintah setempat mengedukasi warga tentang pembangunan kandang yang aman dan pola kandang kolektif untuk mencegah serangan satwa liar. Dia juga mengimbau agar tidak memburu macan tutul karena dapat dikenai sanksi pidana sesuai UU No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE.

Bernard juga melihat sisi positif dari kejadian ini. BBKSDA Jabar dan SCF berencana memasang kamera trap untuk mengidentifikasi satwa liar di kawasan tersebut, yang menunjukkan keanekaragaman hayati yang baik. Dia menyarankan agar sebagian besar Karst Pangkalan dinaikkan kelasnya menjadi KBAK Kelas 1.

“Dalam Permen ESDM No. 17 Tahun 2012 dengan tangal SK 8/21/2015, KBAK Pangkalan terdiri dari 2 kelas yaitu kelas 2 dan kelas 4. Dengan adanya satwa-satwa kunci dan satwa prioritas di area Karst Pangkalan, harusnya sebagian besar Karst Pangkalan dinaikkan kelasnya menjadi KBAK Kelas 1, ini untuk melindungi keanekaragaman hayatinya, termasuk sumber daya yang ada, terutama tata air,” tutup Bernard.  (Red)

Berita Terkait

Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
Diduga Masih Jual LKS Rp275 Ribu, SMPN 1 Karawang Timur Disorot: Bantahan Kepala Sekolah dan Pengakuan Orang Tua Murid Berbeda
TOKO SUBUR TELOR DILAPORKAN JUAL MINYAK GORENG CURAH TANPA LEBEL SNI & MERK
Dewan Tani H. Karsim Dengarkan Keluhan Petani Sekarwangi, Soroti Krisis Air Irigasi hingga Serangan Hama Tikus
Tawuran Pelajar di Klari Kembali Makan Korban, Lima Jari Siswa Putus Jadi Alarm Darurat Kekerasan Remaja
Dewan Pers Tegur Ucapan yang Merendahkan Wartawan, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf
Selidiki Penyebab Kematian, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Kampung sawah
Diduga Tidak Netral, Aktivis Laskar NKRI Soroti Pencalonan BPD Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:09

Desa Pasirjengkol Siapkan Rangkaian Semarak HUT ke-81 RI, Kades Ajak Warga Perkuat Persatuan Lewat Beragam Lomba

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:14

PJT II Dan Pemerintah Kabupaten karawang Tertibkan Bangunan Liar di Saluran Sekunder Cikangkung, Dua Alat Berat Diterjunkan

Senin, 20 Juli 2026 - 05:11

Ormas Paguyuban Masyarakat Karawang Ancam Demo 30 Hari Berturut-turut, Desak Bupati Tinjau Langsung Proyek Bermasalah

Senin, 20 Juli 2026 - 03:39

Sekda Karawang Ingatkan ASN Jaga Etos Kerja Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Omzet UMKM Tembus Rp1,19 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:53

Menggugat “Diktator Administratif Saatnya Kebijakan Kebudayaan Berpihak pada Seniman, Bukan Sekadar Kertas

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:37

Ribuan Warga Karawang Padati Jalan Sehat Harkopnas ke-79, UMKM Lokal Ikut Bergeliat

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:44

DPMD dan Dinsos Karawang Perkuat Sinergi Bersama Karang Taruna, Wujudkan LKD yang Aktif, Mandiri, dan Berdaya

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:35

Serap Aspirasi Masyarakat, Pipik Taufik Ismail Dorong Percepatan Pembangunan Desa di Karawang

Berita Terbaru