PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI MENJADI TANDA BERAKHIRNYA PILPRES 2024

- Penulis

Rabu, 24 April 2024 - 01:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta, Lintaskarawang.com – Pasangan calon presiden Anis Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin) menyampaikan pernyataan resmi setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (22/4/2024) siang. Putusan tersebut mengonfirmasi hasil akhir dari Pemilihan Presiden tahun 2024.

Dalam pernyataannya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan, “Putusan ini sebetulnya tidak mengejutkan. Putusan hari ini mengkonfirmasi bahwa kita semua, termasuk MK, tak kuasa menghentikan laju pelemahan demokrasi di negeri kita tercinta.”

Cak Imin juga mengapresiasi tiga hakim yang menyatakan dissenting opinion, yaitu hakim konstitusi Saldi Isra,hakim konstitusi Enny Nurbaningsih, dan hakim konstitusi Arif Hidayat. Mereka dianggap sebagai orang-orang yang mulia dan menjadi harapan bagi tegaknya konstitusi di masa depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami masih menerima dan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi ini sebagai keputusan yang final dan mengikat. Perlu usaha kita semua untuk terus-menerus memperkuat demokrasi, serta sensitivitas kita semua untuk terus-menerus menjaga agar amanat reformasi tidak tergerus,” tambahnya.

Sementara Anis Baswedan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat demokrasi di Indonesia. “Kami memilih untuk menjadi bagian yang terus menjaga, terus membangun mutu demokrasi di Indonesia. Keputusan MK hari ini menjadi penanda berakhirnya seluruh proses pilpres 2024,” ujarnya.

Baca Juga:  Kampanye atau Konser? Massa Ratusan Ribu Banjiri Galuh Mas untuk Paslon 02

Selain itu, Anis Baswedan juga menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih, serta berpesan agar mereka menjalankan amanat konstitusi dengan baik.

“Dalam demokrasi yang baik, menerima keberadaan oposisi sebagai partner dalam bernegara, menjaga keseimbangan dan independensi tiga cabang kekuasaan, serta menjamin kebebasan media dan rakyat adalah hal yang sangat penting. Sebagai seorang patriot terdidik, saya percaya bahwa akan mengembalikan dan menjaga nilai-nilai demokrasi ini di masa-masa Indonesia mendatang,” tambahnya.

Anis Baswedan dan juga Cak Imin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjuangan mereka selama proses pilpres. “Terima kasih kepada partai pengusung, partai Nasdem, PKS, PKB, teman-teman Timnas Amin, teman-teman tim hukum nasional, seluruh relawan, ulama, tokoh agama, pakar, rekan-rekan media, dan anak muda yang telah ikut berjuang bersama-sama,” tutupnya.

(Dg)

Berita Terkait

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi
Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi
KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan
Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi
Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi
KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab
Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal
BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik
Berita ini 3 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru