REAL COUNT KPU 66,61% PRABOWO-GIBRAN MASIH MEMIMPIN

- Penulis

Minggu, 18 Februari 2024 - 09:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintaskarawang.com – 18 Februari 2024. Data hasil penghitungan suara (Real Count) resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI masih berlangsung sampai sore ini dan sudah mencapai progres penghitungan 66,61% dari 823.236 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada.

Data yang diakses oleh Lintas Karawang dari laman KPU pada pukul 16.00, pasangan Prabowo Gibran masih memimpin perolehan suara secara nasional dengan meraup angka 57,95%. Pasangan Anies-Muhaimin berada di peringkat kedua perolehan suara dengan perolehan sebanyak 24,48%. Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud berada di urutan tiga dengan perolehan suara hanya mencapai 17,57%.

Diluar hasil hitung suara Presiden dan Wakil Presiden, pada waktu yang sama dalam Pemilu Legislatif secara nasional, Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) masih memimpin perolehan suara dengan perolehan 16,43%. Pada peringkat kedua dan ketiga yang masuk dalam 3 besar ada Partai Golkar dengan perolehan suara 14,64% dan Partai Gerindra dengan suara 12,71%.

Selain 3 besar perolehan suara partai politik ini, ada 6 partai politik lain yang memperoleh suara besar dan masuk dalam Parlementary Threshold, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sementara itu beberapa partai yang belum lolos Parlementary Threshold, syarat untuk menempatkan wakilnya di Senayan ada PSI, Perindo, Partai Ummat, Partai Bulan Bintang, Partai Garuda Republik Indonesia, Hanura, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Gelombang Rakyat Nusantara, dan Partai Buruh. PSI yang digadang-gadang bisa menempatkan wakilnya di DPR RI sampai saat ini baru mendapatkan suara 2,61%. Sedangkan Partai Buruh yang mengandalkan suara dari jutaan buruh yang ada di Indonesia hanya mendapatkan suara 1,04%. (Redaksi)

Berita Terkait

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi
Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi
KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan
Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi
Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi
KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab
Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal
BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik
Berita ini 4 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru